KamiBijak.com, Hiburan - Kantor Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan sedang melakukan pemantauan lapangan terhadap layanan ibadah haji 2026. Hal ini dilakukan demi memastikan kualitas pelayanan bagi jemaah terpenuhi.
Pemantauan sengaja difokuskan pada efektivitas layanan dasar. Mulai dari penyediaan akses kesehatan, akomodasi, konsumsi hingga pendampingan, tentunya dengan perhatian khusus bagi jamaah lanjut usia, uzur, dan penyandang disabilitas.
Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel Hadi Rahman bersama jajaran telah berdialog langsung dengan jemaah di Banjarbaru, Kamis 14 Mei 2026. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan Eddy Khairani beserta jajaran.
Hadi Rahman menilai terkait peningkatan fasilitas di asrama haji yang menunjukkan perubahan signifikan dalam kualitas layanan publik bagi jemaah calon haji. Menurutnya, saat ini keberadaan gedung baru tersebut mempermudah jemaah mengakses berbagai layanan selama berada di asrama haji.
Baca juga:
48 Ribu Jemaah Lansia Jadi Fokus Utama Pelayanan Haji Tahun Ini
“Dengan adanya gedung yang baru ini sangat membantu para jemaah dalam mengakses berbagai layanan di asrama haji,” ujarnya. Ia juga menambahkan apresiasi terkait layanan yang semakin tertata mencerminkan komitmen peningkatan pelayanan yang lebih humanis serta mudah diakses oleh seluruh kelompok jemaah.
Sementara itu, Eddy Khairani menyebut kehadiran Ombudsman ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengawasan dan perbaikan layanan secara berkelanjutan. “Kami menyampaikan terima kasih atas masukan Ombudsman Kalsel yang menjadi dorongan bagi kami untuk terus melakukan pembenahan layanan,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antar-instansi yang menjadi kunci untuk memastikan standar pelayanan ibadah haji terus meningkat dari tahun ke tahun. Ombudsman juga turut menyoroti sejumlah rekomendasi, di antaranya dalam aspek penguatan standar layanan, pengelolaan pengaduan, serta penyediaan fasilitas darurat bagi jemaah rentan seperti tombol panic button di area toilet.
Melalui pengawasan ini, diharapkan kedepannya kualitas layanan ibadah haji semakin akuntabel dan responsif. Hal ini seiring dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah di tingkat embarkasi. (Irene)
Sumber: rri.co.id
