KamiBijak.com, Kuliner - Menu khas musim panas Jepang, Nagashi Somen, kini bisa dinikmati di Indonesia. Umamura menjadi restoran pertama di Jakarta yang menyajikannya lengkap dengan berbagai lauk. Budaya makan mie di Jepang terbilang unik dan tak ditemukan di negara lain. Contohnya Nagashi Somen yang disajikan dalam suhu dingin.
Di Jepang, biasanya hidangan ini disantap saat musim panas. Cara memakannya mie akan dialirkan pada air dingin di atas sebilah bambu. Cara ini dipercaya dapat membuat tubuh lebih sejuk setelah menyantap Nagashi Somen.
Tak perlu jauh-jauh ke Jepang, kini Nagashi Somen bisa kalian santap di Jakarta. Umamura, restaurant yang berada di Kebayoran Baru, Jakarta, yang berani menghadirkan Nagashi Somen pertama di Jakarta dengan berbagai lauk pauk komplit sebagai pelengkapnya. Tempat makan ini melayani setiap hari Selasa hingga Minggu pukul 11.30 - 21.00 dengan harga yang cukup ramah yaitu mulai dari Rp. 20.000 - Rp. 250.000
Nagashi Somen Identik dengan Musim Panas
Jika umumnya mie disajikan hangat atau panas, di Jepang ada tradisi unik yaitu menyantap mie dengan suhu dingin yang tujuannya untuk menyegarkan tubuh. Cara memakannya yaitu pertama-tama, mie tipis akan dimasak hingga tingkat kematangan yang cukup. Kemudian mie tersebut akan dimasukkan ke bagian ujung bambu yang sudah dialiri air dingin dari bagian ujung yang paling tinggi dan dialirkan untuk diambil orang yang siap memakannya.
Menikmati Nagashi Somen biasanya dilakukan secara bersamaan baik di restoran atau beramai-ramai di suatu area yang luas maupun terbuka.
Konsep yang berbeda dengan di Jepang
Sedikit berbeda dari Jepang yang dimana Somen akan dialiri menggunakan sembilah bambu, di Jakarta ada Somen Wirl Machine, mesin khusus yang menciptakan arus berputar untuk mengaliri somennya. Cara untuk memakan mie ini adalah pekerja Umamura akan membantu mengisi mesin dengan es batu dan air yang cukup untuk memutarkan mie. Somen yang disajikan di atas piring harus dialiri 1-2 kali putaran hingga mie menjadi dingin.
Pengunjung harus bersiap menangkap mie yang mengalir untuk selanjutnya dicelupkan ke dalam Tsuyu Sauce. Bukan tanpa alasan, mie yang dialirkan kedalam mesin swirl berguna untuk mengenyalkan tekstur mie.
Somen sendiri merupakan mie yang terbuat dari air, tepung terigu, garam, dan minyak goreng. Tak sama dengan ramen, somen memiliki ketebalan yang lebih tipis, tekstur yang lebih kenyal dan cara penyajiannya yang dingin.
Lauk pelengkap yang tak kalam menarik
Ilustrasi chicken katsu dengan saus manis (Foto : The Kitchen)
Paket yang ditawarkan bukan hanya sekedar mie dan mesin swirl saja. Beberapa lauk yang disajikan yaitu chicken katsu untuk dua orang dan kakiage atau bakwan sayur khas jepang, serta ocha sebagai minumannya.
Perpaduan mie yang kenyal dan lembut dengan tekstur yang renyah dari lapisan tepungnya yang menambah kenikmatan saat menyantap menu tersebut. Perpaduan antara rasa umami saus tsuyu pada somen dan sentuhan manis dari saus chicken katsu membuat kedua rasa menjadi perpaduan yang sangat memanjakan lidah. (Keisha/MG).
Sumber : Detik Food
