Hiburan

Meski Punya Keterbatasan Penglihatan, Yohana Semangat Kembangkan Usaha Lewat Dunia Digital

Dengan bantuan dari keluarga dan relasi, ia menggunakan media sosial dan platform pesan singkat untuk menjangkau konsumen lebih luas lagi.

KamiBijak.com, Hiburan - Kisah inspiratif dari pelaku UMKM Disabilitas kembali hadir di Program Ruang Disabilitas yang disiarkan melalui RRI Pro 1 Ambon. Pada edisi kali ini, topik yang diangkat membahas tentang Kreativitas Pelaku UMKM Disabilitas di Era Digital, dengan menghadirkan narasumber Yohana Maitimu, seorang pelaku usaha peternakan ayam kampung yang telah dirintis sejak tahun 2024.

Dalam wawancara yang dilakukan melalui sambungan telepon, Yohana membagikan bagaimana kisah awal dirinya memulai usaha di bidang peternakan ayam kampung. Meski memiliki keterbatasan penglihatan, ia tidak menjadikannya sebagai hambatan untuk tetap berkarya. Dengan tekad yang kuat, ia memulai usaha dari skala kecil di lingkungan rumahnya.

Menurut Yohana, kreativitas menjadi faktor penting dalam mengembangkan usahanya. Ia tidak hanya fokus pada produksi ayam kampung saja, tetapi juga mulai mengolah hasil ternaknya menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, ia terus berupaya membangun kepercayaan pelanggan melalui kualitas produk yang baik dan pelayanan yang konsisten.

Ilustrasi peternakan ayam kampung. (foto: pertanianku.com)

Di era digital seperti saat ini, Yohana juga memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung pemasaran usahanya. Dengan bantuan dari keluarga dan relasi, ia menggunakan media sosial dan platform pesan singkat untuk menjangkau konsumen lebih luas lagi. Strategi ini terbukti efisien dalam membantu meningkatkan penjualan dan memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih besar.

Meskipun demikian, Yohana mengakui masih ada berbagai macam tantangan yang dihadapi, terutama terkait akses terhadap teknologi itu sendiri dan kurangnya pelatihan yang ramah disabilitas. Ia berharap ke depan akan semakin banyak program pendampingan yang inklusif, sehingga setiap pelaku UMKM disabilitas dapat lebih mandiri dalam memanfaatkan peluang di dunia digital.

Yohana juga menyampaikan bahwa faktor dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar dinilai sangat berperan dalam keberlangsungan usahanya. Semangat dan kepercayaan yang diberikan menjadi motivasi utama bagi dirinya untuk terus berkembang dan tidak menyerah pada keterbatasan yang dimiliki.

Untuk menutup perbincangan, Yohana berharap kisahnya ini dapat menginspirasi penyandang disabilitas lainnya untuk lebih berani dalam memulai usaha. Ia meyakini bahwa dengan kreativitas, kerja keras, dan pemanfaatan teknologi, pelaku UMKM disabilitas memiliki peluang besar untuk dapat bersaing dan berkembang di era digital. (Irene)

Sumber: rri.co.id