KamiBijak.com, Hiburan - Apakah belakangan ini kamu sering merasa pusing atau kliyengan? Rasa seperti ini juga kerap muncul dari leher yang terasa kurang nyaman.
Biasanya, jika rasa pusing atau kliyengan muncul, refleks pertama kali yang kita lakukan adalah memijat pelipis atau memejamkan mata sejenak. Namun, jika pusing tak kunjung hilang, patut dicurigai mungkin pangkal masalahnya bukan ada di area kepala, namun pada otot leher yang tegang akibat kebiasaan sehari-hari.
Daftar Isi
Fenomena Pusing dan Kliyengan dari Leher
Daftar Isi
Seorang dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, dalam unggahan konten video di akun Instagrammnya mengungkapkan bahwa salah satu pemicu dari kondisi pusing yang kerap tidak disadari masyarakat adalah cervicogenic dizziness.
Kondisi ini juga diketahui berkaitan erat dengan ketegangan pada otot leher bagian depan atau biasa dikenal secara medis sebagai otot sternocleidomastoid (SCM).
POV: Ngasih tau yang sering ngerasa pusing kliyengan, jangan cuma pijit pelipis, coba cara ini dulu (Cervicogenic Dizziness),
tulis dr. Cecep.
Mungkin sebagian dari kita juga bertanya, mengapa otot leher bisa memicu pusing? Fenomena terjadinya pusing akibat otot leher ini memang bukan mitos belaka, melainkan sebuah kondisi yang diakui dalam dunia medis. Otot leher depan (SCM) diketahui memiliki reseptor khusus yang berperan penting dalam membantu tubuh menjaga dan mengatur keseimbangan.
Baca juga:
Tips Kesehatan: Cara Atasi Sakit Kepala Tanpa Minum Obat
Beberapa kebiasaan buruk seperti selalu sering menunduk saat menatap layar ponsel (gadget) dinilai dapat memicu ketegangan berlebih (trigger point) pada otot tersebut. Postur kepala yang secara terus-menerus maju ke depan atau turtle neck juga akan membuat keluhan pusing makin sering kambuh. kondisi ini tentunya memicu ketidaksesuaian sinyal sensorik di dalam tubuh (sensory mismatch).
Mata bilang diam, leher bilang gerak, otak jadi bingung nyocokin sinyalnya, makanya kliyengan & pandangan buram,
jelas dia.
Mengenal Cervicogenic Dizziness
Ilustrasi pusing dari otot leher. (Foto: Canva)
Untuk bisa meredakan ketegangan pada otot SCM dan rasa pusing, dr. Cecep membagikan teknik pertolongan mandiri yang cukup aman dan sederhana. Berikut beberapa langkah teknik SCM Release yang bisa dipraktikkan.
Pertama, coba menoleh dan mencari otot seperti kabel yang ada di bagian leher saat menoleh. Sebelum menekan bagian tersebut, pastikan area yang dipegang bukanlah pembuluh darah utama, yaitu dengan cara mengecek denyutnya. Jika sempat ragu, sebaiknya kamu menggeser titik tekan.
Setelah menemukan letak titik tekan tadi, cubit dan tarik keluar menggunakan tiga jari. Kemudian perlahan remas dan tahan diam pada titik yang terasa nyut-nyutan selama 30 sampai 60 detik tanpa digosok. Kamu juga bisa mengulangi cara tersebut di atas tiga sampai lima kali secara bergantian.
Tempel handuk/botol hangat di leher samping, 10-15 menit sebelum tidur, biar otot lebih rileks. Kepala kebiasaan maju (Turtle Neck) bikin pusing gampang kambuh. Tarik dagu ke belakang (double chin) tiap 30 menit kerja. Hindari bantal ketinggian bikin dagu nempel dada. Pilih yang bikin leher tetep lurus sejajar tulang belakang,
jelas dr. Cecep.
Meskipun teknik ini terbilang praktis, dr. Cecep tetap mengingatkan bahwa cervicogenic dizziness merupakan diagnosis penyingkiran, yang artinya baru bisa disimpulkan apabila kemungkinan penyebab medis lainnya sudah dipastikan hilang oleh dokter.
Baca juga:
Leher Sakit Saat Bangun Tidur, Salah Bantal atau Ada Faktor Lain?
Teknik relaksasi seperti ini juga sangat dilarang bagi individu yang memiliki riwayat penyakit stroke, gangguan pembekuan darah, atau bahkan benjolan di area leher. Masyarakat juga diimbau untuk segera mencari pertolongan medis darurat jika memang pusing yang dirasakan sudah menunjukkan gejala bahaya.
Kerasa denyut jantung di jari? Lepas dan geser, itu nadi bukan otot. Abis nyubit malah tambah pusing/kunang-kunang? Lepas dan duduk dulu. Ke IGD kalau pusing disertai pandangan dobel, bicara pelo, lemas sebelah badan, atau muncul mendadak & berat,
pungkasnya.
(Irene)
Sumber: women.okezone.com
