Berita

Lewat Karya Seni Victoria Dugger Suarakan Hak Disabilitas

): Seniman Victoria Dugger menggelar pameran Runner Up yang mengeksplorasi isu disabilitas.

KamiBijak.com, Berita – Seniman visual asal Athens, Georgia, Victoria Dugger, merayakan kompleksitas identitas serta otonomi tubuh penyandang disabilitas melalui pameran erempu terbarunya yang bertajuk “Runner Up”. Pameran yang diselenggarakan di Dodd Galleries, Lamar Dodd School of Art, University of Georgia (UGA) ini menampilkan deretan karya patung dan seni rupa yang mengeksplorasi interseksionalitas antara disabilitas, identitas ras kulit hitam, serta femininitas di wilayah Amerika Serikat Selatan.

Pameran solo ini dihadirkan setelah Victoria resmi dianugerahi penghargaan Margie E. West Alumni Prize 2026. Penentuan judul pameran “Runner Up” atau juara kedua diakui Victoria sebagai sebuah bentuk satire yang jenaka sekaligus jujur atas realitas sosial yang dialaminya. Sebagai seorang perempuan kulit hitam penyandang disabilitas, ia merasa kelompok dengan identitas majemuk tersebut kerap kali diposisikan di urutan kedua dalam kompetisi kehidupan. Melalui pencapaian seni dan perayaan karya ini, Victoria ingin membalikkan narasi tersebut menjadi sebuah karya budaya yang penuh daya pikat.

Karya seniman Victoria Dugger di Dodd Galleries. (Foto: UGA Lamar Dodd School of Art / Libba Beaucham)

Karya-karya visual Victoria dikenal unik karena mengusung aliran Southern Gothic yang direkonstruksi ulang dari sudut pandang pribadi. Ia memadukan aneka bahan tak biasa seperti kain, perhiasan, mutiara, hiasan rambut, hingga elemen visual medis berupa jantung anatomis dan mata. Hasil perpaduan material yang berlimpah ini menciptakan bentuk-bentuk makhluk yang semarak, cantik, namun sekaligus janggal dan surealis. Melalui karya tersebut, Victoria menolak pandangan konvensional yang kerap menilai tubuh penyandang disabilitas dari kacamata negatif atau kasihan.

Dalam kehidupan dan kompetisi hidup sebagai perempuan kulit hitam penyandang disabilitas, interseksionalitas identitas saya membuat kami sering diposisikan di urutan kedua,

ujar Victoria Dugger sewaktu menjelaskan makna judul pamerannya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat marjinal sering kali dituntut untuk menerima hal-hal kecil dan tidak boleh meminta lebih. Lewat pameran ini, Victoria secara tegas menyuarakan keberanian untuk meminta ruang yang luas serta menampilkan material seni secara berlimpah. Pendekatan estetika visual yang kontras ini berhasil memikat perhatian pengunjung dari pelbagai usia, baik dewasa maupun anak-anak, karena mampu memadukan unsur keindahan yang menyenangkan sekaligus menggugah kesadaran kritis pembaca seni.

Direktur sekaligus kurator Dodd Galleries, Rachel Waldrop, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta konsistensi Victoria dalam memajukan ekosistem seni lokal di Athens. Menurutnya, karya Victoria memiliki daya tarik yang sangat inklusif serta mudah diakses dari pelbagai sudut pandang, mulai dari diskusi mengenai otonomi tubuh hingga penjelajahan material seni yang mendalam.

Baca juga:

UNESCO Dorong Media Inklusif, Kesetaraan Disabilitas Jadi Kunci Perluas Jangkauan

Lulusan program Magister Seni Rupa (MFA) UGA tahun 2022 ini telah menorehkan deretan prestasi bergengsi internasional. Karya-karyanya pernah dipamerkan di New York dan Atlanta, serta diulas oleh media ternama dunia seperti The New York Times, Vogue, hingga Artforum. Seniman yang juga meraih South Arts Southern Prize 2023 dan MacDowell Fellowship 2024 ini membuktikan bahwa karya berbasis pengalaman disabilitas mampu menjadi bagian penting dalam wacana seni global.

Pameran "Runner Up" dijadwalkan berlangsung di Margie E. West Gallery hingga 20 November 2026 mendatang tanpa dipungut biaya bagi masyarakat umum. Keberhasilan Victoria Dugger ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman dan perspektif penyandang disabilitas mampu menghadirkan narasi seni publik yang inklusif, berani, serta memberikan ruang inspirasi yang luas bagi dunia. (Fania/Magang)

Sumber: Flagpole.com

Fania