Hiburan

Makna Kemerdekaan Perempuan Bukan Sekadar Bebas, Tapi Memberi Arti Sesama

Makna kemerdekaan perempuan dinilai bukan hanya kebebasan, tetapi memberi arti bagi sesama

KamiBijak.com, Hiburan - Perbincangan mengenai kemerdekaan perempuan tidak lagi berhenti pada isu kesetaraan semata, tetapi telah berkembang menjadi refleksi yang lebih dalam tentang makna hidup dan kontribusi terhadap lingkungan sekitar. Dalam berbagai ruang diskusi, perspektif perempuan terhadap kemerdekaan kini semakin beragam, dipengaruhi oleh latar belakang sosial, budaya, hingga pengalaman hidup yang membentuk cara pandang mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak selalu dimaknai secara seragam, melainkan terus berkembang mengikuti dinamika zaman dan perjalanan hidup setiap individu.

 

Makna kemerdekaan bagi perempuan tidak selalu dimaknai sebagai kebebasan pribadi semata, tetapi juga tentang bagaimana memberi arti bagi sesama. Hal tersebut disampaikan oleh pegiat seni Bundengan dan Tari Topeng Lengger, Mulyani.

 

Ia mengungkapkan bahwa latar belakangnya sebagai perempuan desa membentuk cara pandangnya terhadap kemerdekaan. Ia mengenang masa kecil ketika harus menempuh perjalanan sejauh sembilan kilometer dengan berjalan kaki untuk bersekolah.

 

"Sebagai orang desa, saya dulu harus berjalan kaki sejauh sembilan kilometer untuk ke sekolah. Jadi merdeka saat ini yang saya rasakan adalah bagaimana kita pada usia saya itu bisa menyerahkan diri," ujarnya dalam gelar wicara 'Perempuan Bermimpi, Perempuan Menginspirasi', Museum R.A Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026.

Baca juga:

Sifat Teladan RA Kartini yang Bisa Ditiru di Era Modern Saat Ini

Menurutnya, kemerdekaan yang dirasakan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kebebasan dalam menentukan pilihan hidup, tetapi juga tentang kemampuan untuk menyerahkan diri demi kehidupan yang lebih bermakna bagi orang lain.

 

Ia menjelaskan bahwa pada usianya sekarang, kemerdekaan dimaknai sebagai upaya mengurangi ego pribadi serta lebih berfokus pada pelayanan kepada sesama.

 

"Bagi saya, kemerdekaan adalah ketika kita bisa hidup bermakna bagi sesama, melayani, dan membahagiakan orang lain. Bahagia itu ternyata efek samping dari menolong," ucapnya.

 

Ia mengakui bahwa proses tersebut bukan hal yang mudah karena membutuhkan kemampuan untuk melepaskan ego. Namun, ia meyakini bahwa kebahagiaan sejati justru hadir sebagai hasil dari membantu orang lain.

 

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya serta menjadikan hidupnya lebih berarti bagi orang lain.

 

Sementara itu, Penyair dan Pegiat Budaya, Muhammad Ade Putra, juga menyampaikan pandangannya terkait makna kemerdekaan bagi perempuan. Menurutnya, pemahaman mengenai peran perempuan perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman.

 

Ia menilai bahwa pandangan lama yang membatasi ruang gerak perempuan sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. "Zaman dahulu sudah tidak relevan dengan sekarang, kalau dulu perempuan hanya di kasur, dapur, dan sumur," ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa perempuan saat ini memiliki ruang yang lebih luas untuk berperan di berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk meninggalkan cara pandang yang membatasi perempuan hanya pada ranah domestik.

 

Perubahan cara pandang ini menunjukkan bahwa kemerdekaan perempuan tidak lagi terikat pada batasan lama, melainkan terus bergerak menuju ruang yang lebih inklusif dan bermakna. Dengan pemahaman yang semakin luas serta dukungan lingkungan yang berkembang, perempuan memiliki peluang besar untuk berkontribusi secara aktif di berbagai bidang sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya.(Athar/Magang)

 

Sumber: RRI