Hiburan

Langkah Sederhana Lindungi Kesehatan Jantung, Kelola Stres dengan Bijak

Mengelola stres bukan hanya berbicara tentang kesehatan mental, tetapi juga bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.

KamiBijak.com, Hiburan - Gerakan CERDIK yang disosialisasikan oleh Kementerian Kesehatan RI menjadi pedoman penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular. Salah satu poin yang sering luput dari perhatian adalah huruf K, yaitu Kelola Stres. Padahal, kemampuan untuk mengelola stres memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh, termasuk dalam menjaga kesehatan jantung.

Menurut penjelasan Syifa Mahmud Syukran Akbar dari Rumah Sakit Hermina Samarinda, stres yang tidak dikelola dengan bijak dapat memengaruhi tekanan darah, detak jantung, hingga memicu penyakit kardiovaskular. “Stres itu bisa memicu banyak hal. Tekanan darah naik, jantung bekerja lebih keras, dan itu bisa menjadi pencetus penyakit jantung kalau tidak dikelola dengan baik,” ucap dr. Syifa.

Dalam program Tonight Corner di RRI Pro 2 Samarinda, dr. Syifa juga secara jelas menekankan bahwa anak muda saat ini sering kali menghadapi tekanan hidup yang cukup tinggi. Mulai dari tekanan yang datang dari tuntutan pekerjaan, pendidikan, hingga kondisi sosial yang serba cepat. “Banyak anak muda yang stres tapi tidak sadar kalau itu berpengaruh ke jantung. Stres berkepanjangan itu bahaya,” ujarnya.

Mengelola stres bukan berarti menghilangkan semua masalah, melainkan bagaimana kita dapat menjaga respons tubuh supaya tetap stabil. Mengenali tanda stres yang terjadi seperti mudah lelah, sulit tidur, mudah tersinggung, atau sulit konsentrasi menjadi langkah awal agar masalah tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengelola stres. Teknik pernapasan dalam selama 3–5 menit dapat membantu menenangkan sistem saraf. Melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau stretching juga membantu melepaskan hormon endorfin yang dapat membuat tubuh lebih rileks. “Cari aktivitas yang bikin rileks. Yang penting tubuh tidak tegang terus,” kata dr. Syifa.

Selain itu, mengurangi penggunaan media sosial juga dianjurkan. Paparan informasi yang datang berlebihan dapat meningkatkan tekanan mental. Memberi jeda dari layar, mengatur waktu tidur yang cukup, serta menerapkan rutinitas istirahat secara konsisten akan mampu menjaga kestabilan emosi dan fisik.

Dukungan dari orang terdekat juga berperan besar dalam pengelolaan stres. Berbicara dan bercerita dengan keluarga, sahabat, atau rekan kerja dapat mengurangi beban pikiran. Namun, jika stres dirasa sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, bantuan profesional seperti psikolog sebaiknya dihubungi lebih awal.

Mengelola stres bukan hanya berbicara tentang kesehatan mental, tetapi juga bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. Dengan konsisten menerapkan perilaku CERDIK, terutama pada aspek Kelola Stres, masyarakat diharapkan dapat menjaga kualitas hidup yang lebih baik, lebih produktif, dan terhindar dari risiko penyakit tidak menular. (Irene)

Sumber: rri.co.id