KamiBijak.com, Hiburan - Kuku sering dianggap sekadar urusan penampilan, padahal bagian kecil ini bisa memberi petunjuk penting tentang kondisi kesehatan tubuh, termasuk jantung. Menariknya, perubahan pada kuku kerap muncul lebih dulu sebelum gejala lain terasa. Karena itu, memperhatikan kuku secara rutin bisa membantu mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah kondisi yang lebih serius.
Berikut beberapa perubahan pada kuku yang patut diperhatikan karena bisa berkaitan dengan kesehatan jantung maupun kondisi sistemik lainnya:
1. Splinter hemorrhage
Tanda ini berupa garis-garis tipis berwarna merah tua atau kecokelatan yang tampak seperti serpihan di bawah kuku. Biasanya muncul akibat benturan ringan pada jari. Namun, bila tidak ada riwayat cedera, kondisi ini bisa mengarah pada endokarditis bakterial, yaitu infeksi pada lapisan dan katup jantung. Garis tersebut muncul akibat kerusakan pembuluh darah kecil di bawah kuku.
2. Clubbing finger (jari tabuh)
Ilustrasi Clubbing Finger (foto : Yesdok)
Jari tabuh ditandai dengan ujung jari yang tampak membesar, kuku lebih melengkung, dan kulit di sekitarnya terlihat mengkilap. Kondisi ini sering dikaitkan dengan penyakit jantung dan paru-paru. Penyebabnya adalah kurangnya pasokan oksigen dalam darah yang mengalir ke ujung jari, sehingga memicu perubahan bentuk kuku dan jaringan sekitarnya.
3. Kuku kaki biru dan terasa dingin
Jika jari kaki sering terasa dingin dan berubah warna menjadi kebiruan, hal ini bisa menunjukkan aliran darah yang kurang lancar. Jantung yang tidak memompa darah secara optimal dapat menyebabkan oksigen tidak sampai ke bagian tubuh terjauh, seperti jari kaki. Kondisi ini dikenal sebagai sianosis.
4. Garis vertikal hitam pada kuku
Ilustrasi garis vertikal hitam pada kuku (foto : Alodokter)
Munculnya garis hitam memanjang di bawah kuku, terutama pada kuku kaki, tidak boleh diabaikan. Ini bisa menjadi tanda acral lentiginous melanoma, jenis kanker kulit yang sering tersembunyi. Bila menemukan tanda ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter kulit.
5. Onikolisis (kuku terlepas dari kulit)
Onikolisis terjadi saat kuku terangkat atau terpisah dari dasar kuku. Penyebabnya beragam, mulai dari cedera, sepatu sempit, infeksi jamur, alergi produk kuku, hingga psoriasis. Namun, bila sering kambuh, kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan jantung, anemia, penyakit paru, atau masalah tiroid.
6. Kuku berbentuk sendok
Kuku yang cekung ke dalam seperti sendok sering dikaitkan dengan anemia defisiensi besi. Kekurangan zat besi membuat suplai oksigen ke tubuh berkurang, sehingga jantung harus bekerja lebih keras. Jika berlangsung lama, risiko gangguan jantung pun meningkat.
7. Permukaan kuku tidak rata
Ilustrasi kuku bergelombang (foto : Fimela)
Kuku yang tampak bergelombang, berlubang, atau menonjol bisa menandakan gangguan sirkulasi darah, diabetes yang tidak terkontrol, atau stres berat pada tubuh. Kondisi ini menunjukkan adanya gangguan pada proses pertumbuhan kuku.
Intinya, kuku bukan cuma soal estetika. Perubahan warna, bentuk, atau teksturnya bisa menjadi sinyal awal adanya masalah kesehatan, termasuk jantung. Jika menemukan tanda-tanda yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. (Keisha/MG)
Sumber : IDN Times
