Berita

Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 1.943 Jiwa, Puluhan Ribu Bangunan Rusak

Korban tewas gempa Venezuela naik menjadi 1.943 jiwa, sekitar 59 ribu bangunan terdampak.

KamiBijak.com, Berita - Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi yang mengguncang Venezuela terus bertambah seiring berlanjutnya proses evakuasi dan penyelamatan. Hingga kini, korban tewas tercatat mencapai 1.943 jiwa, sementara lebih dari 6.400 orang berhasil dievakuasi. Otoritas setempat juga memperkirakan ribuan warga lainnya mampu menyelamatkan diri dari reruntuhan tanpa bantuan petugas, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.

Kenaikan jumlah korban jiwa akibat dua gempa besar yang terjadi pekan lalu tersebut diumumkan oleh Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez.

Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui televisi pemerintah pada Selasa, Rodriguez menyebut jumlah korban luka kini mencapai 10.571 orang.

Baca juga:

Empat Tanda Awal Gempa Bumi yang Perlu Diketahui untuk Kesiapsiagaan Dini

Rodriguez juga menyampaikan bahwa tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi 6.461 orang sejak operasi pencarian dimulai setelah gempa terjadi pekan lalu.

Menurutnya, angka penyintas sebenarnya diperkirakan mendekati 20.000 orang apabila memperhitungkan warga yang berhasil keluar dari reruntuhan secara mandiri atau dengan bantuan keluarga maupun kerabat di negara bagian La Guaira, wilayah yang mengalami dampak paling berat.

Berdasarkan data Survei Geologi AS (USGS), Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni.

 

Perkirakan Hampir 59 Ribu Bangunan Terdampak

Temuan peneliti dari badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menunjukkan skala kerusakan bangunan akibat dua gempa tersebut jauh lebih besar dibandingkan data resmi pemerintah.

“Sekitar 58.870 bangunan kemungkinan rusak atau hancur di seluruh wilayah yang terkena dampak,” menurut laporan yang disusun berdasarkan analisis citra radar satelit yang dikumpulkan pada 25 Juni oleh Corey Scher dan Jamon Van Den Hoek dari Universitas Negeri Oregon.

Bangunan Hancur Karena Gempa di Venezuela (Foto: Reuters)

 

Analisis tersebut memanfaatkan data radar Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Para peneliti menjelaskan bahwa hasilnya merupakan “penilaian awal yang cepat” yang mengindikasikan adanya “perubahan permukaan yang tiba-tiba dan konsisten dengan kerusakan.” Mereka juga menegaskan bahwa temuan tersebut belum diverifikasi langsung di lapangan sehingga masih bersifat indikatif.

Sementara itu, laporan resmi pemerintah Venezuela yang disampaikan Rodriguez pada Senin sebelumnya mencatat sebanyak 855 bangunan mengalami kerusakan, dengan 189 di antaranya dilaporkan runtuh.

Dalam laporan tersebut, Rodriguez menyebut jumlah korban tewas saat itu mencapai 1.719 orang, sedangkan korban luka tercatat sebanyak 5.034 orang.

Menurut Survei Geologi AS (USGS), dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada 24 Juni dengan selang waktu sekitar 39 detik.

Gempa bermagnitudo 7,5 berpusat sekitar 23 kilometer di tenggara Yumare, negara bagian Yaracuy. Sementara itu, gempa berkekuatan magnitudo 7,2 tercatat berpusat sekitar 23,9 kilometer di timur laut San Felipe yang juga berada di negara bagian Yaracuy.

Proses pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Seiring pembaruan data dari lapangan, jumlah korban maupun tingkat kerusakan diperkirakan masih dapat berubah hingga seluruh proses evakuasi dan pendataan selesai dilakukan.(Athar/Magang)

 

Sumber: RRI

Athar Zahran
Menulis artikel, mengedit, dan mendesain cover untuk dibagikan melalui website maupun platform media sosial KamiBijak. Menulis artikel bersifat topik umum, namun kebanyakan hiburan seperti trivia dan berita ringan.