Kamibijak.com, Travel - Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam menjadi salah satu tempat ibadah yang unik di Jakarta. Masjid ini dikenal karena memadukan budaya Tionghoa dan Islam dalam satu bangunan yang harmonis. Keunikan Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam terlihat dari arsitektur dan suasana yang berbeda dibandingkan masjid pada umumnya di Indonesia.
Masjid Lautze berada di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, dan menjadi salah satu simbol keberadaan komunitas Muslim Tionghoa di Indonesia. Bangunan ini awalnya merupakan ruko yang kemudian difungsikan sebagai tempat ibadah sekaligus pusat pembelajaran agama Islam bagi warga keturunan Tionghoa. Kehadiran Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam menunjukkan bahwa perbedaan budaya dapat menyatu dengan baik dalam kehidupan beragama.
Masjid Lautze yang bernuansa Tionghoa di Pasar Baru, Jakarta Barat. (KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI)
Ciri khas Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam terlihat dari desainnya yang didominasi warna merah serta ornamen khas Tionghoa. Masjid ini bahkan sekilas tampak seperti klenteng karena tidak memiliki kubah besar seperti masjid pada umumnya. Ornamen dan kaligrafi khas Tionghoa sengaja digunakan agar pengunjung keturunan Tionghoa merasa lebih nyaman saat datang untuk belajar Islam atau beribadah.
Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam juga dikenal sebagai pusat pembinaan mualaf, khususnya dari kalangan etnis Tionghoa. Banyak warga Tionghoa yang memilih mempelajari Islam di masjid ini karena suasananya terasa akrab dan tidak asing bagi mereka. Hal ini membuat Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam memiliki peran penting dalam perkembangan komunitas Muslim Tionghoa di Jakarta.
Masjid Lautze juga didirikan untuk mengenang jasa tokoh Muslim Tionghoa Karim Oei yang berperan dalam penyebaran Islam di kalangan etnis Tionghoa. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga simbol sejarah serta perjalanan komunitas Muslim Tionghoa di Indonesia. Kehadiran Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam menjadi bukti nyata bahwa agama dan budaya dapat berjalan berdampingan tanpa menghilangkan identitas masing-masing.
Haji Ali Karim Oei, Ketua Yayasan Haji Karim OEI. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Keunikan Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam membuatnya sering dikunjungi wisatawan maupun masyarakat yang ingin melihat perpaduan budaya tersebut secara langsung. Banyak orang tertarik datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk mempelajari sejarah dan nilai toleransi yang tercermin dari bangunan ini. Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman budaya dapat memperkaya kehidupan masyarakat Indonesia.
Dengan nilai sejarah dan budaya yang kuat, Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam menjadi destinasi religi sekaligus simbol toleransi yang penting di tengah kehidupan kota besar seperti Jakarta. Keberadaan Masjid Lautze akulturasi Tionghoa Islam menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat memperkuat persatuan masyarakat Indonesia. (Sindi/ PKL)
Sumber: CNN Indonesia
