Berita

Kesehatan Jiwa dan Kemandirian Finansial, Kunci Pemberdayaan Perempuan Disabilitas Psikososial

Pemberdayaan perempuan dengan disabilitas psikososial perlu dukungan besar dari berbagai pihak.

KamiBijak.com, Berita - Kesehatan jiwa serta kemandirian finansial menjadi bagian yang dinilai penting dalam upaya pemberdayaan perempuan dengan disabilitas psikososial. Dukungan yang datang dari keluarga, lingkungan, dan akses ekonomi diperlukan supaya mereka dapat menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

Hal tersebut juga dibahas dalam obrolan Komunitas RRI Surakarta, Senin, 24 Agustus 2026. Program tersebut turut menghadirkan Fithri Setya Marwati, S.E., M.M., PhD, Ketua KPSI Solo Raya.

Fithri menjelaskan bahwa pemberdayaan perlu diawali dengan membangun kembali kepercayaan diri perempuan dengan disabilitas psikososial. Mereka juga perlu diberikan ruang untuk menentukan pilihan dan mengambil peran dalam kehidupan yang dijalani.

Baca juga:

Layanan Jemput Bola e-KTP Permudah Penyandang Disabilitas Psikososial di Lumajang

Mereka bukan orang yang harus selalu dibantu, tetapi mereka juga memiliki potensi untuk berdaya,

ucapnya.

Kemandirian Finansial Perkuat Pemberdayaan

Salah satu aspek yang dapat memperkuat keberdayaan adalah kemandirian finansial. Kemampuan untuk memperoleh penghasilan dapat membantu perempuan agar bisa punya kontrol lebih besar terhadap kebutuhan dan keputusan hidupnya.

Fithri juga menjelaskan perihal kesempatan ekonomi yang harusnya diberikan berdasarkan kemampuan dan minat masing-masing individu. Pelatihan keterampilan juga perlu disertai dengan akses yang lebih luas terhadap peluang kerja atau usaha.

Kita harus membuka akses supaya mereka bisa memiliki penghasilan sendiri dan tidak selalu bergantung kepada orang lain,

kata Fithri.

Dari pandangan Fithri, kesehatan jiwa sebenarnya juga tidak dapat dipisahkan dari proses pemberdayaan itu sendiri. Kondisi lingkungan yang mendukung akan mampu membantu seseorang dalam mempertahankan kepercayaan diri dan menjalankan aktivitas dengan lebih optimal.

Salah satu hambatan yang masih dihadapi penyandang disabilitas psikososial hingga saat ini adalah stigma. Pandangan negatif dari masyarakat secara tidak langsung dapat membatasi kesempatan mereka untuk bisa bekerja, bersosialisasi, dan berpartisipasi di lingkungan secara normal.

Baca juga:

Angkat Kisah Disabilitas Psikososial, Film Jalan Pulih Raih Penghargaan

Perlu Dukungan Keluarga dan Masyarakat dalam Melawan Stigma

Oleh sebab itu, keluarga punya peran penting dalam upaya memberikan dukungan tanpa mengambil alih seluruh keputusan. Pendekatan yang tepat memberikan kesempatan untuk mandiri, dan itulah hal yang perlu terus dibangun.

Menurut Fithri, masyarakat juga perlu untuk memahami bahwa disabilitas psikososial tidak lantas menghilangkan kemampuan seseorang untuk terus berkarya. Jika diberikan kesempatan yang setara, justru akan dapat membantu mereka dalam mengembangkan potensi.

Upaya pemberdayaan perempuan dengan disabilitas psikososial tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Perlu kolaborasi antara komunitas, keluarga, pemerintah, dan masyarakat agar dapat menciptakan lingkungan yang inklusif.

Ketika mereka sehat secara jiwa dan memiliki kemandirian finansial, mereka bisa menentukan kehidupan yang lebih berdaya,

kata Fithri.

(Irene)

Sumber: rri.co.id

Irene Nathania Setyanto
Content writer dengan fokus pada isu disabilitas, tips kesehatan, dan berita terkini. Mengutamakan akurasi, sudut pandang yang relevan, serta gaya penulisan yang ringan agar informasi dapat dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan. Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara.