Berita

Berjuang Mandiri, 24 Atlet Tuli Galang Dana Rp700 Juta Demi Ajang APDMSC

Sebanyak 24 atlet Tuli Indonesia terpaksa menggalang donasi mandiri demi bisa tanding di APDMSC 2026.

KamiBijak.com, Berita – Sebanyak 24 atlet Tuli Indonesia kini tengah berjuang keras mempersiapkan diri demi berlaga di ajang Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships (APDMSC) 2026 yang akan berlangsung di Penang, Malaysia, pada 2-10 Oktober mendatang. Para atlet ini dijadwalkan bertanding dalam empat cabang olahraga (cabor) yakni bulu tangkis, catur, atletik, dan bowling guna membawa nama harum Indonesia di tingkat Asia-Pasifik. Namun, langkah mereka terancam terhambat akibat kendala pembiayaan dan belum adanya dukungan pendanaan resmi.

Kontingen Tuli Indonesia membutuhkan dana sekitar Rp700 juta untuk mengover berbagai keperluan penting, mulai dari pendaftaran resmi, pengurusan paspor dan visa, tiket pesawat, peralatan tanding, hingga biaya akomodasi dan konsumsi selama di Malaysia. Pihak perhimpunan sejatinya telah mengajukan proposal ke Kemenpora maupun Dispora DKI Jakarta, tetapi pemerintah menyatakan belum bisa membantu karena alasan efisiensi anggaran.

Kondisi tersebut membuat para pengurus dan atlet terpaksa melakukan penggalangan dana secara mandiri. Langkah nyata yang mereka lakukan antara lain turun langsung menggalang donasi di area Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin, Jakarta, serta membuka kampanye donasi publik melalui media sosial.

Pemerintah tidak bisa membantu, tetapi masyarakat Indonesia bisa saling membantu gotong royong untuk mendukung kami agar kami bisa berangkat,

kata Sekjen Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin) Pusat, Laura Lesmana, saat diwawancarai dalam program Obrolan Newsroom Kompas.com.

Ketiadaan anggaran ini memicu tanggapan publik. Banyak pihak menilai dukungan negara seharusnya tidak hanya hadir secara seremonial saat para atlet memenangkan medali, tetapi juga sejak tahap persiapan dan pemberangkatan. Bagi para atlet sendiri, kepastian berlaga di kejuaraan internasional ini sangat vital untuk menjaga peringkat dunia serta mengasah mental bertanding di tingkat global.

Baca juga:

Kisah Kayla & Sayyid: Atlet Tuli yang Banjir Medali, Sempat Dibully tapi Balas dengan Prestasi!

Atlet bulu tangkis Tuli peraih medali ASEAN Deaf Games, Muhammad Sayyid Az Zahiri (22), mengungkapkan harapannya agar bisa mendapat kesempatan berlaga di luar negeri. Kendati harus berlatih mandiri dan menghadapi keterbatasan biaya, semangatnya untuk mengharumkan nama bangsa tidak pernah surut.

Perasaan saya, saya sedih sih. Mau ikut pertandingan, kayak pengin segera ikut dan pengin ikut ke Malaysia. Karena saya belum pernah ke Malaysia dan bisa berjumpa dengan banyak orang serta melawan orang-orang dari luar negeri, jadi itu juga mengasah mental saya untuk jadi memiliki mental yang lebih juara,

tutur Sayyid.

Pihak panitia APDMSC di Malaysia sendiri telah menyetujui penundaan pembayaran deposit hingga September, sehingga kontingen Indonesia masih memiliki waktu untuk mengumpulkan sisa kekurangan dana. Melalui dukungan publik dan kampanye di akun Instagram @kontingentuli.indonesia, para atlet berharap asa mereka untuk mengibarkan bendera Merah Putih di Malaysia dapat terwujud. (Fania/Magang)

Sumber: Kompas.com

Fania