Berita

Kepolisian Terrassa Pakai Panduan Piktogram Bantu Warga Disabilitas

Polisi Terrassa meluncurkan panduan piktogram untuk mempermudah komunikasi penyandang disabilitas.

KamiBijak.com, Berita – Pemerintah Kota Terrassa yang terletak di wilayah Katalonia, Spanyol, kembali meluncurkan sebuah terobosan progresif dalam menjamin kesetaraan serta hak aksesibilitas universal bagi seluruh warganya. Kepolisian Municipal Terrassa secara resmi tercatat sebagai jajaran aparat kepolisian pertama di seluruh wilayah Katalonia yang membekali dan memfasilitasi setiap personilnya di lapangan menggunakan panduan berbasis piktogram khusus. Inisiatif pionir ini dihadirkan untuk mempermudah alur komunikasi darurat maupun pelayanan kepolisian harian bagi masyarakat penyandang disabilitas kognitif, kelompok lansia, hingga warga pendatang yang terkendala bahasa.

Penggunaan simbol visual atau piktogram ini terbukti menjadi solusi universal yang sangat efektif dalam menembus barikade dan hambatan komunikasi. Kehadiran panduan visual interaktif tersebut tidak hanya memberikan manfaat besar bagi warga lokal penyandang disabilitas kognitif atau demensia, tetapi juga memiliki peran yang sangat krusial dalam membantu para wisatawan asing serta turis mancanegara. Ketika para wisatawan internasional mengalami kendala atau situasi darurat di jalanan namun tidak menguasai bahasa Spanyol maupun Katalan, petugas kepolisian dapat dengan sigap menunjukkan gambar atau simbol petunjuk visual. Hal ini memungkinkan pemetaan masalah dan pemberian bantuan dapat dilakukan secara cepat dan akurat tanpa terhalang perbedaan bahasa.

Petugas Kepolisian Terrassa meluncurkan panduan piktogram pionir untuk mempermudah komunikasi dengan penyandang disabilitas kognitif. (Foto: APD Noticies)

Penerapan inovasi akomodatif ini merupakan bagian utuh dari komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Terrassa dalam memperkuat dokumen strategi aksesibilitas universal di berbagai sektor pelayanan publik daerah. Melalui pemanfaatan piktogram, setiap anggota kepolisian yang bertugas di lapangan dapat menjalin interaksi secara responsif, ramah, dan meminimalkan risiko kesalahpahaman saat menangani kondisi krisis. Selain pembenahan pada institusi kepolisian, Pemerintah Kota Terrassa juga mulai mengintegrasikan format easy reading (bacaan mudah) pada setiap agenda sidang pleno municipal. Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi publik dan mempermudah warga dari pelbagai latar belakang dalam menyimak serta memahami jalannya keputusan kebijakan daerah.

Wakil Wali Kota sekaligus Dewan Aksesibilitas dan Kapasitas Beragam Kota Terrassa, Meritxell Lluís, secara tegas menyuarakan arah kebijakan politik inklusif yang sedang digencarkan oleh pemerintah kota setempat demi menciptakan iklim perkotaan yang ramah dan setara bagi segenap lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Kami ingin Terrassa menjadi kota yang sepenuhnya inklusif,

tegas Meritxell LluĂ­s sewaktu memberikan keterangan mengenai target strategis perancangan Rencana Aksi Disabilitas daerah.

Tidak hanya terbatas pada ranah kepolisian dan birokrasi pemerintahan saja, Terrassa juga tengah merealisasikan perluasan area publik yang aman serta ramah bagi anak-anak disabilitas. Usai sukses menghadirkan dan mengoperasikan taman bermain yang diakses 100 persen inklusif di Taman Ròmul i Pinyol kawasan Roc Blanc, pemerintah kota berencana merancang tiga lokasi taman inklusif baru yang tersebar merata di berbagai penjuru kota. Tahap pengerjaan proyek dijadwalkan bakal dimulai dari kawasan Parc del Nord pada akhir tahun, sebelum disusul pembangunan di area Plaça del Mas Isarn.

Baca juga:

Pengadilan AS Tegaskan Perusahaan Tak Wajib Menebak Disabilitas Karyawan

Guna memantapkan langkah tersebut, Pemerintah Kota Terrassa menargetkan penyelesaian dokumen dasar Rencana Aksi Disabilitas terbaru pada kuartal pertama tahun 2027 mendatang. Penyusunan peta jalan strategis ini digarap secara kolaboratif melibatkan berbagai elemen masyarakat swadaya melalui institusi Meja Aksesibilitas Lokal. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap fasilitas fisik, arena kegiatan perayaan kota, hingga sistem pelayanan keamanan kepolisian benar-benar dapat diakses secara mandiri, nyaman, dan aman oleh kelompok disabilitas.

Inovasi penyiapan panduan piktogram oleh kepolisian Terrassa menjadi bukti nyata betapa pentingnya pengintegrasian prinsip universal design pada fasilitas keamanan dan pelayanan publik. Langkah ramah disabilitas dari Spanyol ini sangat relevan untuk dijadikan rujukan maupun sumber inspirasi bagi institusi kepolisian serta pengelola sektor pariwisata di Indonesia khususnya pada wilayah-wilayah destinasi wisata mancanegara utama seperti Bali dan Yogyakarta guna meningkatkan mutu layanan publik yang tidak hanya ramah disabilitas, namun juga bersahabat bagi wisatawan dunia. (Fania/Magang)

Sumber: APDNoticies.com

Fania