Berita

Kemenkes Dorong Peran Media Tingkatkan Imunisasi dan Cegah Kematian Nasional

Kemenkes dorong media edukasi publik untuk tingkatkan imunisasi dan cegah kematian akibat penyakit

KamiBijak.com, Berita - Peningkatan cakupan imunisasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat. Upaya ini tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk media sebagai penyampai informasi kepada publik.

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta media mengambil peran strategis untuk meningkatkan cakupan imunisasi di Indonesia. Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menegaskan imunisasi merupakan investasi kesehatan efektif untuk mencegah keparahan penyakit serta kematian di Indonesia.

 

“Kita lihat bahwa cerita-cerita tentang cacar, polio, kemudian penyakit-penyakit lain, itu kematiannya sangat besar. Dan kalau sudah bisa tereradikasi, menjadi hilang dari permukaan bumi,” kata Dante Saksono dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

 

Lebih lanjut, Dante menyoroti pengalaman selama pandemi COVID-19 sebagai pembelajaran penting. Ia menyebut bahwa angka kematian lebih tinggi terjadi pada kelompok yang belum mendapatkan vaksinasi.

 

Baca juga:

Kemenkes: Gejala Depresi dan Cemas Lebih Tinggi pada Pelajar, Hasil CKG 2025

 

“Berkaca dari COVID-19, lebih banyak orang tidak divaksin yang meninggal. Karena itu, media berperan penting mendorong masyarakat melengkapi vaksinasi,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan tiga pesan utama kepada media. Pertama, media diharapkan mampu menjadi edukator di tengah maraknya penyebaran informasi yang tidak akurat.

 

“Yang pertama, jadilah edukator yang baik. Di tengah maraknya infodemic, satu tulisan jurnalis yang berkualitas bisa menjadi pelurus berbagai informasi keliru,” kata Dante.

 

Kedua, media diharapkan dapat menghadirkan narasi positif agar masyarakat terdorong untuk mengikuti vaksinasi secara sukarela. Ketiga, media diminta konsisten menyampaikan informasi terkini dengan mengacu pada sumber yang kredibel seperti tenaga medis dan institusi pendidikan terpercaya.

 

Ilustrasi Imunisasi (Sumber: Alodokter)

 

“Imunisasi itu baik, imunisasi itu sehat, imunisasi tidak ada efek sampingnya, maka tentu mereka akan datang. Media perlu menggali dan menyebarluaskan informasi tersebut agar masyarakat mendapat informasi yang bisa dipercaya,” kata Dante menutup.

 

Sementara itu, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sujala Pant menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan paling efektif dan efisien secara global. Ia menyebut vaksinasi pada anak mampu mencegah sekitar 4 juta kematian setiap tahunnya.

 

“Tiap dolar yang kita investasikan untuk imunisasi. Kemudian ada return sebesar 52 dolar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah,” kata Sujala.

 

Menurutnya, momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 perlu dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen dalam membangun sistem kesehatan nasional yang lebih tangguh. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Sebagai penutup, keterlibatan media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap imunisasi. Dengan dukungan berbagai pihak serta komitmen yang berkelanjutan, upaya memperluas cakupan vaksinasi diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat di masa depan.(Athar/Magang)

 

Sumber: RRI