KamiBijak.com, Berita - Pemerintah Kota Probolinggo saat ini kembali membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Job Fair Inklusi Tahap II Tahun 2026 yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Brantas, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) dan diikuti oleh 26 perusahaan dengan menyediakan 677 lowongan pekerjaan.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengatakan bahwa penyelenggaraan Job Fair merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk terus menekan angka pengangguran sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. Menurutnya, kegiatan itu juga mengusung konsep inklusif dengan memberikan kesempatan yang sama dan setara bagi seluruh pencari kerja, termasuk penyandang disabilitas.
Yang paling penting adalah kemampuan dan kompetensi seseorang dalam bekerja. Karena itu Job Fair Inklusi memberi kesempatan yang sama bagi semua, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,
ujar Aminuddin saat membuka kegiatan.
Sedangkan Kepala Disperinaker Kota Probolinggo, Retno Wandansari, menjelaskan dari 677 lowongan yang tersedia rinciannya terdiri atas 370 formasi untuk perempuan dan 307 formasi untuk laki-laki. Ia menyebut penyelenggaraan Job Fair Inklusi menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja yang sekaligus berguna untuk menekan angka pengangguran.
Baca juga:
Kisah Inspiratif: Di Balik Kursi Roda, Daddy Tetap Optimis Melamar Kerja
Tenaga Kerja Lokal Diharapkan Menjadi Prioritas Perusahaan
Retno juga menambahkan, pada pelaksanaan Job Fair Inklusi Tahap I yang sebelumnya digelar pada April 2026 lalu, sebanyak 30 perusahaan turut berpartisipasi dan berhasil menyerap 103 tenaga kerja.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Aminuddin juga tidak luput menyoroti meningkatnya iklim investasi di Kota Probolinggo. Ia menyebut terdapat pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari 5,1 persen menjadi 6,81 persen, sementara nilai perputaran uang ikut naik dari Rp13 triliun pada 2024 menjadi Rp16 triliun pada 2025.
Menurutnya, kondisi daerah yang terbilang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting yang akan mendorong investor untuk mau menanamkan modal di Kota Probolinggo. Karena itu, ia meminta setiap perusahaan yang berinvestasi agar lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Yang saya minta kepada seluruh investor hanya satu, yakni 75 hingga 90 persen tenaga kerja yang direkrut harus berasal dari Kota Probolinggo. Pemerintah tidak meminta hal lain, tetapi kami ingin manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan,
tegasnya.
Usai membuka rangkaian kegiatan, Wali Kota lantas meninjau langsung lokasi bursa kerja dan berdialog dengan sejumlah pencari kerja serta beberapa perwakilan perusahaan. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo juga turut memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang dinilai aktif dalam mendukung penyelenggaraan Job Fair Inklusi 2026.
(Irene)
Sumber: rri.co.id
