KamiBijak.com, Berita – Universitas Padjadjaran (Unpad) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kampus yang unggul, inklusif, dan ramah akses. Melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Unpad, pihak kampus resmi menghadirkan program Buddy Inklusif Unpad untuk mendampingi mahasiswa baru penyandang disabilitas selama rangkaian kegiatan Pamuka dan Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Unpad (Prabu) 2026.
Mahasiswa baru disabilitas didampingi tim Buddy Inklusif ULD Unpad saat mengikuti kegiatan PAMUKA 2026 di Kampus Jatinangor. (Foto: Kanal Media Unpad)
Program Buddy Inklusif Unpad dirancang sebagai skema pendampingan sebaya (peer support) untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus, mengenali fasilitas akademik maupun nonakademik, serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih inklusif sejak hari pertama menjadi bagian dari sivitas akademika Unpad.
Pendampingan tidak dimulai ketika mahasiswa sudah masuk kuliah, tetapi sejak proses seleksi. Kami melakukan asesmen kebutuhan setiap calon mahasiswa penyandang disabilitas agar proses seleksi dapat berlangsung secara inklusif sesuai dengan ragam disabilitas dan kebutuhan masing-masing,
Kepala ULD Unpad, Dr. Ikeu Nurhidayah, S.Kep., Ners., M.Kep., Ns.Sp.Kep.An., menjelaskan bahwa pendampingan bagi mahasiswa disabilitas ini sebenarnya telah berjalan sejak proses seleksi masuk. ujar Ikeu.
Pada tahun akademik ini, Unpad menerima sekitar 10 mahasiswa baru dengan berbagai ragam disabilitas. Berbeda dengan pendamping pribadi, program Buddy Inklusif Unpad berperan sebagai teman sebaya yang membantu mengenali lingkungan kampus, memahami alur kegiatan orientasi, mengakses informasi, serta menjadi penghubung apabila mahasiswa membutuhkan bantuan lebih lanjut. Program ini dirancang khusus untuk mendorong kemandirian mahasiswa, bukan menciptakan ketergantungan.
Baca juga:
Hebat! 13 Penyandang Disabilitas Berhasil Lolos Seleksi Masuk Unpad
Sebelum bertugas, para anggota yang bergabung dalam Buddy Inklusif Unpad mengikuti pelatihan intensif dari ULD Unpad. Materi pelatihan mencakup pengenalan ragam disabilitas, prinsip pendidikan inklusif, komunikasi inklusif, etika pendampingan, hingga teknik pemberian bantuan yang tepat. Pelaksanaan tahun ini menjadi tonggak penting karena merupakan implementasi perdana program tersebut di Unpad.
Ini merupakan pelaksanaan perdana Buddy Inklusif di Unpad. Ke depan kami berharap program ini tidak hanya hadir saat orientasi mahasiswa baru, tetapi dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran di kampus,
Ikeu berharap program pendampingan sebaya ini dapat berkembang secara berkelanjutan di lingkungan akademik. tuturnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para mahasiswa yang bergabung secara sukarela dan berharap mereka mampu menjadi agen penggerak inklusivitas di fakultas masing-masing.
Inklusivitas bukan hanya tentang disabilitas, tetapi bagaimana setiap orang, apa pun latar belakang sosial, budaya, maupun kondisinya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, serta mengakses seluruh layanan di Universitas Padjadjaran,
pungkas Ikeu.
Langkah strategis ULD Unpad dalam meluncurkan program Buddy Inklusif Unpad ini diharapkan dapat menjadi inspirasi nyata bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk terus membangun ruang belajar yang ramah dan setara. (Fania/Magang)
Sumber: Kanal Media Unpad
