Hiburan

Javabor Bawa Batik Karya Siswa SLB Dharma Kencana Balikpapan Tampil di BIFF 2026

Karya batik siswa SLB Dharma Kencana Balikpapan sukses unjuk gigi di panggung fashion BIFF 2026.

KamiBijak.com, Hiburan – Ajang peragaan busana bergengsi Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur, menjadi panggung pembuktian nyata bahwa karya seni dan kreativitas tidak pernah mengenal batasan fisik. Merek busana lokal ternama, Javabor Cloth and Character, berkolaborasi secara khusus dengan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Kencana Balikpapan. Melalui kolaborasi tersebut, kain batik buatan tangan para pelajar berkebutuhan khusus berhasil tampil memesona dan memikat perhatian pengunjung di atas runway pada penutupan acara di Odah Etam, Samarinda, Minggu (4/10/2026).

Peragaan batik karya siswa disabilitas SLB Dharma Kencana di BIFF 2026. (Foto. kaltimprov)

Awal mula hadirnya kolaborasi istimewa bertajuk Javabor x SLB Dharma Kencana ini berawal dari kunjungan rutin yang dilakukan oleh Creative Director BIFF sekaligus pemilik Javabor, Tyas Dani, ke sekolah tersebut di Balikpapan. Saat berkunjung, Tyas dibuat terpukau oleh ketekunan, antusiasme, serta dedikasi anak-anak disabilitas yang sedang mendalami teknik pembuatan batik tulis dan cap di bawah bimbingan dua guru pendamping mereka, Yuni dan Oki. Rasa kagum atas semangat dan keaslian karya anak-anak tersebut mendorong Javabor untuk merancang proyek kolaborasi agar kain batik buatan siswa disabilitas dapat diperkenalkan ke ekosistem industri kreatif yang lebih luas.

Anak-anak luar biasa ini belajar sangat antusias bersama dua guru itu. Waktu saya lihat hasilnya, luar biasa. Mereka membuat dengan tangannya sendiri dan mereka mampu menghasilkan karya,

ujar Tyas Dani.

Melalui sentuhan desain Javabor, karya kain kriya yang semula hanya diproduksi di lingkungan ruang kelas sekolah kini resmi melangkah mantap ke panggung pameran busana tingkat regional hingga internasional. Hasil olah tangan para murid SLB Dharma Kencana Balikpapan terbukti memiliki daya saing tinggi serta layak berdiri sejajar dengan karya-karya perancang busana profesional lainnya di Kalimantan Timur.

Baca juga:

FT UMS Dampingi Komunitas Disabilitas Klaten Kembangkan Produk Batik

Bagi Tyas dan seluruh tim yang terlibat, kehadiran koleksi batik inklusif di panggung BIFF 2026 bukan sekadar pameran pakaian biasa, melainkan sebuah pesan sosial yang kuat tentang pentingnya membuka akses serta ruang apresiasi yang setara di sektor ekonomi kreatif. Ketika diberikan kepercayaan, bimbingan yang tepat, dan kesempatan untuk tampil, para penyandang disabilitas mampu membuktikan potensi terbaik mereka sekaligus menginspirasi masyarakat luas.

Ceritanya saya pernah berkunjung ke SLB Dharma Kencana di Balikpapan. Saya melihat mereka juga belajar membatik lewat Yuni dan Oki. Melalui kolaborasi ini, kita ingin menunjukkan bahwa ketika kesempatan diberikan, kreativitas dapat tumbuh tanpa batas,

pungkas Tyas.

Kehadiran batik karya siswa SLB Dharma Kencana di panggung BIFF 2026 menegaskan kembali bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan keberagaman serta mendorong terwujudnya industri fashion yang ramah dan inklusif di Indonesia. (Fania/Magang)

Sumber: Jurnal Borneo

Fania