KamiBijak.com, Hiburan – Alam semesta menyimpan sejuta misteri yang tak pernah berhenti memicu rasa ingin tahu manusia. Dari miliaran galaksi hingga konsep ruang dan waktu, pemahaman mengenai kosmos terus berkembang berkat dedikasi para ilmuwan dunia. Salah satu tokoh paling berpengaruh yang berhasil menyajikan teori-teori fisika kuantum dan kosmologi secara populer kepada masyarakat luas adalah Stephen Hawking. Meski berjuang menghadapi kelumpuhan tubuh akibat penyakit saraf Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), dedikasi ilmiahnya tetap diwariskan secara abadi melalui sederet karya literatur mendunia.
Semasa hidupnya, fisikawan asal Inggris ini melahirkan berbagai karya tulisan yang tak hanya mendobrak batas dunia sains, tetapi juga menjadi bestseller internasional yang dibaca jutaan orang. Lewat alur pembahasan yang terstruktur serta gaya bahasa yang lugas, Hawking memandu pembaca awam untuk memahami asal-usul terciptanya ruang dan waktu.
Jika seorang manusia dapat menemukan sebuah atau beberapa buah teori yang lengkap, maka manusia tersebut kemungkinan dapat menjawab pertanyaan yang selama ini menjadi misteri,
papar Stephen Hawking dalam salah satu pemikirannya mengenai rahasia alam semesta.
Daftar Isi
Buku-Buku Populer Karya Stephen Hawking
Daftar Isi
Berikut adalah 5 karya buku fenomenal Stephen Hawking yang berhasil menyita perhatian dunia serta layak menjadi koleksi bacaan sains terbaik:
- A Brief History of Time (1988): Merupakan buku sains populer paling terkenal karya Hawking yang telah terjual lebih dari 10 juta kopi dan bertahan di daftar terlaris Sunday Times London selama lebih dari empat tahun. Buku ini mengulas gambaran alam semesta, asal-usul ledakan besar (Big Bang), konsep ruang dan waktu, hingga sifat dasar lubang hitam (black hole). Hawking menyusun bab demi bab secara sistematis agar teori fisika rumit dapat dipahami oleh pembaca umum.
- My Brief History (2013): Buku autobiografi ini mengajak pembaca menyelami kosmos pribadi seorang Stephen Hawking. Di dalamnya menceritakan masa kecil Hawking di London, kisah pernikahan dan percintaannya, awal mula ketertarikannya pada fisika, hingga perjuangan gigihnya dalam menghadapi penyakit ALS sejak usia 21 tahun. Pembaca juga dapat menemukan fakta menarik tentang julukan "Einstein" yang pernah disematkan teman sekolah kepadanya.
- The Universe in a Nutshell (2001): Ditulis sebagai sekuel sekaligus penjelas dari buku A Brief History of Time yang dirasa masih cukup rumit bagi sebagian pembaca awam. Buku ini menghadirkan panduan bergambar yang lebih terperinci, visual, serta mudah dipahami mengenai teori kosmologi modern dan mekanika kuantum.
- A Briefer History of Time (2005): Merupakan versi singkat dan lebih padat yang menyederhanakan konsep-konsep rumit dari karya pertamanya. Dalam buku ini, Hawking mengombinasikan penelitian terbaru mengenai teori pemersatu tunggal (Theory of Everything), serta membagikan pemikiran ambisiusnya tentang kemungkinan perjalanan waktu hingga kolonisasi manusia di planet lain pada masa depan.
- The Grand Design (2010): Dalam karya besar ini, Hawking bersama Leonard Mlodinow membahas asal-usul alam semesta melalui kacamata hukum fisika murni. Hawking menegaskan bahwa keberadaan hukum seperti gravitasi memungkinkan alam semesta untuk menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan (zero), tanpa perlu campur tangan perancangan supranatural sebagaimana yang pernah diyakini oleh Sir Isaac Newton.
Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan menciptakan dirinya sendiri dari nol,
pukas Stephen Hawking mengenai penciptaan alam semesta dalam buku The Grand Design.
Karya-karya buku Stephen Hawking membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi nalar manusia untuk menjelajahi luasnya alam semesta.
Baca juga:
Mengenal Stephen Hawking: Fisikawan Jenius Disabilitas ALS yang Mendobrak Batas Sains Dunia
Melalui tulisan-tulisannya, ia berhasil membawa topik sains yang berat menjadi bacaan yang menginspirasi dan menyenangkan bagi siapapun. (Fania/Magang)
Sumber: Gramedia
