KamiBijak.com, Berita - Penggunaan alat bantu mobilitas dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas penyandang disabilitas fisik. Pemilihan alat bantu yang tepat sesuai kebutuhan dinilai menentukan kemandirian dalam beraktivitas.
Disabilitas pengguna kursi roda asal Jakarta, Tuti Alawiyah, bercerita bahwa dirinya menggunakan dua alat bantu, yakni tongkat dan kursi roda. Ia menyesuaikan penggunaan keduanya berdasarkan kondisi dan kebutuhan aktivitas yang akan dilakukan.
“Saya menggunakan tongkat dan kursi roda sesuai kebutuhan aktivitas saya. Tongkat membantu saat menghadapi tangga, sedangkan kursi roda membuat saya lebih kuat beraktivitas lebih lama,” kata Tuti dalam Program Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Entikong, Sabtu 21 Februari 2026.
Ia menjelaskan, penggunaan tongkat memiliki keterbatasan jarak karena tidak bisa digunakan terlalu lama. Risiko jatuh terpeleset saat hujan juga menjadi tantangan tersendiri ketika berjalan dengan tongkat di permukaan licin.
“Kalau menggunakan tongkat saya hanya bisa berjalan dalam jarak terbatas dan harus berhati-hati saat hujan. Sementara kursi roda memungkinkan saya bergerak lebih jauh meski tetap membutuhkan akses yang ramah,” ungkap Tuti.
Ia juga menjelaskan kendala utama dalam memakai kursi roda adalah akses bangunan yang belum semuanya menyediakan jalur landai. Kondisi tersebut membuatnya masih tetap membutuhkan bantuan orang lain dalam situasi tertentu.
“Jika tidak ada akses yang memadai saya tetap membutuhkan bantuan. Aksesibilitas yang baik akan membuat penyandang disabilitas lebih mandiri,” ujarnya.
Ia berharap kedepannya fasilitas publik akan semakin ramah terhadap pengguna kursi roda dan disabilitas lainnya. Dukungan infrastruktur yang ramah disabilitas dari pemangku kebijakan, menjadi kunci terciptanya kesetaraan mobilitas di ruang publik. (Irene)
Sumber: rri.co.id
