Berita

Hanya Ada Tangga, Akses Underpass Stasiun Depok Baru Dikeluhkan Lansia dan Disabilitas

Penumpang keluhkan tangga underpass Stasiun Depok Baru yang melelahkan dan tak ramah lansia serta disabilitas

KamiBijak.com, Berita - Sejumlah penumpang mengeluhkan akses penyeberangan antarperon di Stasiun Depok Baru yang hanya mengandalkan tangga tanpa fasilitas pendukung seperti lift atau eskalator. Kondisi ini dinilai menyulitkan lansia, penyandang disabilitas, serta penumpang dengan gangguan kesehatan.

 

Dian (56), salah satu penumpang, mengaku kerap kelelahan setiap kali harus naik dan turun tangga underpass. Meski masih mampu berjalan jauh, masalah pada lutut membuatnya kesulitan saat melewati tangga. Ia menyayangkan tidak adanya alternatif akses seperti jembatan penyeberangan yang tersedia di Stasiun Pondok Cina.

 

Menurut Dian, kondisi fisiknya yang tak lagi muda seolah disamakan dengan penumpang usia produktif. Namun, ia tetap memaksakan diri setiap kali menggunakan stasiun tersebut.

 

Keluhan serupa disampaikan Prastika (23). Ia menuturkan ayahnya yang menderita gagal ginjal dan gangguan paru-paru tidak lagi sanggup menaiki tangga setinggi itu, terutama saat hendak menjalani cuci darah. Akibatnya, keluarga memilih menggunakan moda transportasi lain.

 

Prastika menilai fasilitas stasiun sebagai ruang publik seharusnya dapat diakses semua kalangan tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas dan penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu. Ia berharap pengelola dapat merumuskan solusi, baik melalui pembangunan lift, eskalator, maupun membuka kembali jalur penyeberangan di atas rel.

 

Berdasarkan pengamatan di lokasi, akses underpass berada tepat di depan gate masuk dan keluar penumpang. Di Peron 1 arah Jakarta Kota, tangga berbentuk U dengan 31 anak tangga yang terbagi dalam tiga bagian zig-zag. Lebarnya sekitar 2 hingga 5 meter sehingga arus penumpang relatif lebih leluasa.

 

Sementara di Peron 2 arah Bogor atau Nambo, tangga berbentuk L dengan lebar sekitar 2 hingga 2,5 meter. Terdapat 32 anak tangga di sisi ini. Ruang yang lebih sempit membuat penumpang harus bergantian saat berpapasan. Secara keseluruhan, penumpang harus melewati sedikitnya 64 anak tangga untuk sekali perjalanan antarperon.

 

Saat dicoba, menaiki tangga di Peron 2 cukup menguras tenaga. Penumpang juga sulit berhenti sejenak karena dapat menghambat arus di belakangnya. Beberapa lansia terlihat berpegangan erat pada pegangan baja di dinding tangga dan melangkah perlahan demi menjaga keseimbangan. Penumpang disabilitas bahkan memerlukan bantuan petugas saat naik maupun turun.

 

Pada Agustus 2025, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah sempat meninjau sejumlah stasiun, termasuk Depok Baru. Ia meminta PT KAI menambah akses ramah disabilitas karena penumpang masih harus menggunakan tangga untuk menyebrang antarperon. Menurutnya, stasiun lain seperti Pondok Cina telah dilengkapi lift dan eskalator yang lebih inklusif. (Keisha/MG)

 

Sumber : Kompas

Keisha