Berita

Hanya 20 Pekerja Disabilitas, Pemkot Probolinggo Serap Tenaga Kerja Lewat Sosialisasi

Probolinggo hanya serap 20 difabel. Pemkot lakukan sosialisasi besar-besaran agar kuota terpenuhi.

KamiBijak.com, Berita - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo tengah berupaya keras untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di wilayahnya. Hal ini dipicu oleh data yang menunjukkan bahwa hingga tahun 2025, hanya terdapat 20 pekerja disabilitas yang tercatat bekerja di sektor formal maupun informal. Angka ini tersebar di sembilan perusahaan formal yang telah mempekerjakan tenaga kerja disabilitas.

 

Minimnya serapan ini mendorong Pemkot Probolinggo untuk bertindak. Melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), pemerintah kota berinisiatif menggelar Sosialisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan. Kegiatan ini ditujukan kepada 130 perwakilan dari unsur perusahaan, perbankan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Kepala Disperinaker, Retno Fadjar Winarti, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam memperkuat pemahaman pemangku kepentingan mengenai pentingnya penyertaan disabilitas di dunia kerja. Tiga tujuan utama yang ingin dicapai adalah Meningkatkan komitmen berbagai pihak atas pentingnya nilai inklusif, membangun kolaborasi yang kuat antar lintas sektor, dan mendorong penempatan tenaga kerja disabilitas sesuai amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

"Harapan kami penempatan pekerja difabel di dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja semakin meningkat sehingga mampu membantu menurunkan tingkat pengangguran terbuka Kota Probolinggo," ujar Retno.

 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Aries Santoso, yang mewakili Wali Kota, menambahkan bahwa penyandang disabilitas adalah bagian dari keberagaman yang hak-haknya, termasuk hak atas pekerjaan, wajib dijamin kesetaraannya.

 

Ia menjelaskan bahwa pembentukan ULD Ketenagakerjaan adalah wujud nyata komitmen ini. ULD memiliki peran strategis sebagai pusat rujukan dan fasilitasi, memastikan terpenuhinya hak-hak difabel mulai dari penyediaan fasilitas yang ramah hingga proses asesmen dan pendampingan kerja.

 

Aries mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum sosialisasi ini sebagai ajang untuk memperkuat sinergi. Ia berpesan agar para pekerja disabilitas tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang, melainkan terus berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan kota.

 

Dengan adanya dorongan dan kolaborasi dari pemerintah, perusahaan, dan UMKM, Pemkot Probolinggo berharap tingkat serapan tenaga kerja disabilitas dapat terus meningkat, menciptakan ekosistem kerja yang lebih inklusif dan berpihak. (Keisha/MG)

 

Sumber : Liputan6