Berita

DKI Mesir Kecipratan Sorotan Simulasi Alquran Bahasa Isyarat Indonesia di Pameran Internasional

Simulasi Alquran Bahasa Isyarat Indonesia menarik perhatian di Mesir, menawarkan akses Alquran baru bagi penyandang Tuli.

KamiBijak.com, Berita - Simulasi Alquran Bahasa Isyarat Indonesia mencuri perhatian banyak pengunjung Paviliun Indonesia pada ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 yang digelar di Kairo, Mesir. Inovasi ini menjadi sorotan utama karena memperkenalkan cara baru membaca dan memahami Alquran secara visual lewat bahasa isyarat, bukan hanya bermakna atau menerjemahkan makna ayat seperti yang selama ini umum dilakukan.

Simulasi Alquran Bahasa Isyarat Indonesia pertama kali diperkenalkan di Mesir pada pameran yang berlangsung dari 22 Januari hingga 3 Februari 2026. Keunikan inovasi ini adalah bahwa Alquran Bahasa Isyarat Indonesia mengisyaratkan lafadz, huruf, harakat, dan tajwid secara lengkap, sesuatu yang belum pernah ditampilkan sebelumnya di dunia Islam.

Metode semacam ini fokus pada memberikan akses lebih utuh kepada komunitas Tuli untuk mengikuti tilawah Al-Quran secara tartil melalui bahasa isyarat.

 

Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Hilma Rosyida Ulya, simulasi ini berbeda dari pendekatan populer sebelumnya yang hanya mengisyaratkan makna ayat. Simulasi Alquran Bahasa Isyarat Indonesia justru memperlihatkan bentuk huruf, cara melafalkan setiap huruf sampai tajwid, serta pengucapan basmallah secara visual melalui gerakan isyarat. Ini memberi pengalaman yang jauh lebih menyeluruh bagi masyarakat Tuli yang ingin membaca Alquran tidak sekadar mengetahui arti, tetapi juga memahami huruf dan cara pelafalannya sama seperti para pembaca Alquran berpendengaran.

Sejak awal pengembangan, proyek Alquran Bahasa Isyarat Indonesia telah menjadi gagasan penting bagi inklusi umat Muslim di seluruh dunia. Ide ini dirintis sejak 2018 oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag bekerja sama dengan Majelis Ta’lim Tuli Indonesia (MTTI) dan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPP PPDI). Hasilnya adalah Mushaf Alquran Isyarat Indonesia yang selesai dicetak dan dikembangkan dalam bentuk aplikasi yang tersedia untuk diakses secara digital.

Simulasi Alquran Bahasa Isyarat Indonesia di Mesir tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi. Pengunjung diperkenalkan dengan konsep dasar isyarat huruf, harakat, dan tajwid, kemudian dipandu dalam praktik langsung penggunaan bahasa isyarat Alquran seperti lafadz basmallah. Pendekatan ini dirancang agar komunitas Tuli, terutama Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW), bisa mendapatkan akses yang sama dengan jamaah pendengaran dalam membaca dan memahami Alquran lebih lengkap.

Respons terhadap simulasi ini sangat positif. Banyak pengunjung pameran, termasuk sejumlah dokter dan ahli bahasa isyarat dari Mesir, menunjukkan ketertarikan besar dan terlibat dalam diskusi lanjutan bersama tim pengembang inovasi ini. Reaksi ini menunjukkan bahwa Alquran Bahasa Isyarat Indonesia tidak hanya relevan bagi komunitas di Indonesia, tetapi juga diakui oleh negara lain sebagai inovasi penting dalam meningkatkan aksesibilitas ke kitab suci umat Islam secara inklusif.

Lebih jauh, kehadiran simulasi ini menjadi bukti nyata bahwa upaya memperluas akses ke Alquran melalui bahasa isyarat bukan hanya soal teknologi atau internasionalisasi sebuah karya, tetapi juga soal hak setiap muslim untuk mengakses ajaran agamanya tanpa hambatan fisik atau linguistik. Simulasi Alquran Bahasa Isyarat Indonesia mengedepankan prinsip ini dengan tetap mematuhi kaidah tajwid dan cara pelafalan yang benar, sehingga bisa menjadi standard baru bagi komunitas Tuli yang ingin mengikuti pembelajaran Alquran secara lengkap dan mendalam. (Sindi/PKL)

Sumber : Okezone