Berita

Data Pendatang Baru Jakarta Usai Lebaran 2026 Capai 1.776 Jiwa, Jaktim Terbanyak

Pendatang baru Jakarta pasca Lebaran 2026 capai 1.776 jiwa, mayoritas menuju Jakarta Timur.

KamiBijak.com, Berita - Jumlah warga pendatang ke DKI Jakarta setelah Lebaran 2026 terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data dari dashboard resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta, jumlahnya telah mencapai 1.776 orang hingga 1 April 2026.

 

Data tersebut diperoleh melalui pemantauan secara langsung menggunakan sistem administrasi kependudukan berbasis wilayah yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui situs kependudukancapil.jakarta.go.id.

 

Penyebaran pendatang di wilayah DKI Jakarta terlihat tidak merata. Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah tujuan terbanyak, yakni mencapai 549 orang, kemudian diikuti Jakarta Barat dengan 431 orang.

 

Sementara itu, jumlah pendatang di Jakarta Selatan tercatat sebanyak 382 orang, disusul Jakarta Utara dengan 317 orang. Adapun Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan jumlah paling sedikit, yaitu 90 orang.

 

Dilihat dari komposisi jenis kelamin, jumlah pendatang terbilang cukup seimbang. Sebanyak 891 orang atau 50,17 persen merupakan laki-laki, sedangkan 885 orang atau 49,83 persen adalah perempuan, dengan rasio jenis kelamin mencapai 101.

 

Dari aspek usia, sebagian besar pendatang berada pada kelompok usia produktif antara 15 hingga 64 tahun dengan jumlah 1.409 orang atau 79,34 persen.

 

Sementara itu, kelompok usia anak antara 0 hingga 17 tahun mencapai 413 orang atau 23,25 persen, dan kelompok lanjut usia hanya berjumlah 45 orang atau 2,53 persen.

 

Tingkat pendidikan para pendatang didominasi oleh lulusan SMA ke bawah yang mencapai 80,63 persen, sedangkan mereka yang memiliki pendidikan di atas SMA hanya sebesar 19,37 persen.

 

Dari sisi kondisi ekonomi, sekitar 66,09 persen pendatang tergolong dalam kelompok berpenghasilan rendah, sedangkan sisanya sebesar 34,91 persen tidak termasuk kategori tersebut.

 

Sebelumnya, Dinas Dukcapil DKI Jakarta berencana mengadakan layanan administrasi kependudukan dengan sistem jemput bola untuk para pendatang baru setelah Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan agar proses pendataan dapat berjalan lebih tertib dan akurat. Program tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 1 hingga 20 April 2026 dan akan menyasar Pos Rukun Warga (RW) di seluruh wilayah DKI Jakarta dengan melibatkan petugas dari tingkat kecamatan hingga kelurahan.

 

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto menyampaikan bahwa layanan ini merupakan langkah proaktif pemerintah untuk mempermudah akses administrasi kependudukan bagi para pendatang baru.

 

"Mulai tanggal 1 April sampai 20 April 2026 Disdukcapil bersama jajaran akan melaksanakan sosialisasi dan layanan adminduk jemput bola ke Pos RW,"

 

Ia menambahkan bahwa program ini menjadi bentuk kerja sama antara Dukcapil dengan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan agar pelayanan dapat menjangkau langsung masyarakat.

 

"Sebagai kolaborasi antara Dukcapil dan Pemerintah Kota/Kab, Kecamatan dan Kelurahan untuk memberikan layanan adminduk kepada para pendatang baru pasca Lebaran,"

 

Peningkatan jumlah pendatang baru ke DKI Jakarta setelah Lebaran 2026 mencerminkan masih tingginya arus urbanisasi ke ibu kota. Dengan dominasi pendatang usia produktif dan latar belakang ekonomi tertentu, diperlukan langkah pengelolaan yang terstruktur agar proses pendataan berjalan tertib. Upaya layanan jemput bola yang dilakukan pemerintah diharapkan mampu mempermudah pendatang dalam mengurus administrasi kependudukan sekaligus menjaga ketertiban data di wilayah DKI Jakarta. (Athar/Magang)

Sumber: Liputan 6