AHA BHA PHA, Ini Perbedaan dan Cara Tepat Melakukan Eksfoliasi
Lakukan eksfoliasi dengan menggunakan AHA BHA PHA untuk mengangkat sel kulit mati
Kamibijak.com, Hiburan - Eksfoliasi adalah langkah penting dalam skincare untuk mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi sel. Saat ini, metode eksfoliasi kimia menggunakan asam seperti AHA, BHA, dan PHA menjadi pilihan utama. Asam bekerja lembut merontokkan kulit superfisial, menghasilkan kulit yang lebih halus dan cerah.
Untuk hasil optimal, penting bagi pengguna memahami perbedaan mendasar dari ketiga jenis asam tersebut dan cara penggunaannya yang tepat. Simak penjelasannya dibawah ini!
- AHA (Alpha Hydroxy Acid): Water-Soluble untuk Permukaan Kulit
AHA adalah kelompok asam yang larut dalam air (water-soluble) dan bekerja secara eksklusif di lapisan terluar kulit. Asam ini umumnya berasal dari sumber alami seperti buah-buahan, tebu, atau susu. AHA sangat efektif untuk:
- Mengangkat sel kulit mati di permukaan.
- Mencerahkan warna kulit dan mengatasi pigmentasi ringan.
- Membantu mengurangi tampilan garis-garis halus.
Jenis AHA yang paling umum adalah glycolic acid (memiliki molekul terkecil, penetrasi terdalam) dan lactic acid (lebih lembut dan menghidrasi). AHA cocok untuk hampir semua jenis kulit, terutama kulit normal, kering, atau matang, kecuali kulit yang sangat sensitif. Penting diingat, AHA wajib digunakan pada malam hari dan diikuti dengan penggunaan sunscreen di pagi hari.
- BHA (Beta Hydroxy Acid): Oil-Soluble untuk Menembus Pori-pori
Berbeda dengan AHA, BHA bersifat larut dalam minyak (oil-soluble) dan mampu menembus lapisan kulit hingga ke dalam pori-pori. Kemampuan unik ini menjadikan BHA sebagai pahlawan bagi pemilik kulit berminyak dan rentan jerawat.
- Membersihkan pori-pori dari minyak berlebih, kotoran, dan sel kulit mati yang menyumbat.
- Memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu menenangkan kemerahan dan peradangan akibat jerawat.
- Mengurangi komedo dan mengecilkan pori-pori.
Jenis BHA yang paling terkenal adalah salicylic acid.Namun BHA harus digunakan secara hati-hati, terutama bagi pemula atau pemilik kulit kering. Mulailah dengan konsentrasi rendah dan gunakan hanya beberapa kali seminggu hingga kulit membangun toleransi.
- PHA (Poly Hydroxy Acid): Pilihan Terbaik untuk Kulit Sensitif
Asam ini memiliki molekul yang lebih besar, menyebabkan penetrasinya lebih lambat dan hanya bekerja di permukaan kulit. PHA menawarkan eksfoliasi yang paling lembut, menjadikannya pilihan ideal untuk kulit sensitif, kering, atau yang mudah iritasi.
- Eksfoliasi yang sangat ringan.
- Bersifat humektan, membantu menjaga kelembaban kulit.
- Mengandung sifat antioksidan yang melindungi kulit dari radikal bebas dan polusi.
Contoh PHA meliputi gluconolactone dan lactobionic acid. Meskipun bekerja lebih lembut, penggunaan PHA secara rutin tetap efektif mengangkat sel mati tanpa mengganggu lapisan pelindung kulit (skin barrier).
Cara Tepat Melakukan Eksfoliasi Kimia
Kunci keberhasilan eksfoliasi kimia adalah kesabaran dan tidak berlebihan.
- Mulai Bertahap: Gunakan konsentrasi rendah, 2-3 kali seminggu.
- Pilih Asam Sesuai Kebutuhan: AHA (pencerahan/anti-penuaan), BHA (jerawat/berminyak), atau PHA (kulit sangat sensitif).
- Hati-hati Kombinasi: Hindari mencampur asam dengan retinol atau Vitamin C dosis tinggi.
- Wajib Skincare Pelengkap: Selalu gunakan pelembab setelah eksfoliasi dan sunscreen di pagi hari.
Dengan memahami peran masing-masing asam dan menggunakannya dengan bijak, eksfoliasi kimia dapat menjadi sahabat yang efektif untuk mewujudkan kulit yang halus, sehat, dan bercahaya. (Keisha/MG)
Sumber : Wolipop
Video Terbaru
MOST VIEWED
