Berita

Bijak di Dunia Maya, Ubah Stigma Disabilitas Melalui Konten Media Sosial

Langkah awal menguatkan hak disabilitas adalah dengan menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat melalui konten media sosial yang kita buat.

KamiBijak.com, Berita  - Langkah awal untuk bisa menguatkan hak penyandang disabilitas adalah dengan menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat umum. Kesadaran ini diartikan melalui sikap kita yang mau mengakui keberadaan mereka dan memiliki keinginan untuk merangkul dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi. Stigma lama yang selama ini menganggap disabilitas itu lemah dan tidak bisa berkarya harus diubah.

Salah satu Guru SLB negeri Banda Aceh, Resti Tazkirah T membagikan beberapa cara yang ia lakukan untuk mengubah pandangan publik terhadap para disabilitas. “Selama ini saya membuat konten-konten edukasi, agar edukasi tentang disabilitas itu sampai kepada teman-teman di luar sana,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Banda Aceh, Minggu (9/11/2025).

Ia memanfaatkan media sosial yang ada, seperti TikTok, untuk membuat konten edukasi yang isinya menampilkan keseharian dan proses belajar siswa-siswanya. Pendekatan dengan cara ini terbukti efektif dapat mengubah pandangan publik, membuat informasi tentang disabilitas lebih mudah diakses, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa.

 

Ilustrasi Jenis Media Sosial (foto: pexels.com/Tracy)

 

Selain edukasi melalui media sosial, ia juga mengatakan sering membawa siswanya langsung ke ruang publik, seperti mengajak nongkrong ke kafe atau warung kopi. Hal ini dilakukan agar siswa disabilitas memahami dan berinteraksi dengan lingkungan sosial dan membuat publik terbiasa dengan kehadiran anak disabilitas.

Meskipun respon yang didapatkan selama ini bisa dibilang positif dari masyarakat, namun, para disabilitas masih harus dihadapkan oleh tantangan pendidikan inklusif dan infrastruktur. Ia mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan dan edukasi khusus tentang disabilitas kepada guru di sekolah umum, agar guru-guru sekolah regular juga siap menerima dan mendampingi siswa berkebutuhan khusus.

Terkait infrastruktur, ia menyebutkan bahwa saat ini masih banyak jalur landai (ramp) di banyak gedung tidak sesuai standar. Hal ini tentunya menyulitkan akses ke area publik bagi para disabilitas khususnya bagi para pengguna kursi roda. (Irene)

Sumber: rri.co.id