Hiburan

Bahaya Campak! Bisa Sebabkan Disabilitas Netra dan Pneumonia

Campak dapat sebabkan infeksi telinga, gangguan penglihatan, hingga pneumonia. IDAI tekankan pentingnya imunisasi.

KamiBijak.com, Hiburan - Campak bukan sekadar penyakit demam disertai ruam. Penyakit infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi serius hingga berujung pada disabilitas. Dokter spesialis anak subspesialis infeksi dan penyakit tropis, Profesor Anggraini Alam, mengingatkan bahwa dampak campak bisa sangat berat, terutama pada anak.

Dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Anggraini menyebutkan bahwa sekitar tujuh hingga sembilan dari 100 anak yang terkena campak berisiko mengalami infeksi telinga. Kondisi ini kerap dianggap ringan, misalnya hanya berupa keluarnya cairan dari telinga. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik dan menyebabkan kerusakan permanen pada gendang telinga, anak dapat kehilangan kemampuan mendengar.

Selain gangguan pendengaran, campak juga dapat berdampak pada kesehatan mata. Virus campak diketahui dapat menguras cadangan vitamin A dalam tubuh. Akibatnya, anak berisiko mengalami mata kering hingga kerusakan kornea yang bisa berujung pada disabilitas netra. Risiko ini terutama lebih tinggi pada anak dengan kondisi malnutrisi atau kekurangan vitamin A.

Anggraini menjelaskan bahwa di Indonesia, pemberian vitamin A rutin setiap Februari dan Agustus kepada balita menjadi langkah penting dalam mencegah komplikasi tersebut. Program ini dinilai efektif menjaga kesehatan mata anak, termasuk melindungi dari dampak serius campak. Ia mencontohkan kasus di India, di mana pemberian vitamin A tidak dilakukan secara rutin sehingga lebih banyak ditemukan kasus kebutaan akibat campak.

Bahaya campak juga mengintai organ pernapasan. Penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia, bahkan pada kondisi berat anak membutuhkan bantuan ventilator untuk bernapas. Anggraini menegaskan bahwa sekitar 86 persen kematian akibat campak disebabkan oleh pneumonia. Fakta ini menunjukkan bahwa campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan.

Karena itu, orang tua diimbau tidak sengaja membiarkan anak tertular dengan alasan agar cepat kebal. Perlindungan paling efektif tetap melalui imunisasi yang lengkap dan sesuai jadwal usia anak.

 

Gejala Khas Campak

Ketua IDAI Jawa Barat tersebut juga menjelaskan gejala khas campak yang membedakannya dari penyakit lain. Salah satu ciri paling spesifik adalah pola ruam. Pada campak, ruam biasanya muncul pertama kali di area kulit dekat garis rambut atau belakang telinga. Setelah itu, ruam menyebar ke wajah, batang tubuh, lengan, hingga tungkai.

Seiring waktu, ruam akan semakin menyatu, warnanya menggelap, lalu menghilang dengan meninggalkan sisik pada kulit. Pola demam dan ruam seperti ini disebut sebagai ciri khas campak yang tidak ditemukan pada penyakit lain.

Selain ruam, anak dengan campak umumnya mengalami batuk dan pilek, mata merah, demam tinggi, bibir kering, tubuh terasa tidak nyaman, serta menjadi lebih rewel dan mudah marah.

Anggraini menegaskan bahwa campak adalah penyakit infeksi yang dapat memicu berbagai komplikasi, mulai dari infeksi telinga, diare, dehidrasi, pneumonia, kerusakan mata, gangguan paru-paru, hingga kematian. Oleh sebab itu, kesadaran orang tua terhadap pentingnya imunisasi dan penanganan yang tepat sangat krusial untuk mencegah dampak jangka panjang pada anak. (Keisha/MG)

Sumber : Liputan6