Hiburan

Asal Usul 60 Menit dan 24 Jam dalam Sistem Waktu

Penjelasan asal usul 60 menit dan 24 jam dalam sistem waktu modern

KamiBijak.com, Hiburan - Pernah gak sih kamu kepikiran, kenapa dalam satu jam itu ada 60 menit, dan dalam satu hari ada 24 jam? Padahal secara logika, bisa saja dibuat angka lain seperti 10 atau 100. Tapi ternyata, semua itu punya sejarah panjang yang berasal dari peradaban kuno.

 

Nah, berikut ini penjelasan lengkapnya:

 

  • Mengapa satu jam berisi 60 menit?

Pembagian 60 menit dalam satu jam berasal dari sistem bilangan yang digunakan oleh peradaban kuno, khususnya bangsa Sumeria dan Babilonia. Mereka memakai sistem berbasis 60 atau yang dikenal sebagai seksagesimal.

 

Angka 60 dipilih karena memiliki banyak faktor pembagi, sehingga memudahkan dalam perhitungan, terutama dalam bidang astronomi dan pengukuran waktu. Dengan angka ini, mereka bisa dengan mudah membagi satuan menjadi bagian-bagian kecil tanpa menghasilkan pecahan yang rumit.

 

Selain itu, sistem ini juga digunakan dalam pengamatan langit, seperti pergerakan benda-benda langit yang membutuhkan pembagian waktu yang presisi. Karena dianggap praktis dan efisien, sistem berbasis 60 ini terus dipakai dan diwariskan dari satu peradaban ke peradaban lain, hingga akhirnya menjadi dasar dalam pembagian waktu modern seperti 1 jam sama dengan 60 menit dan 1 menit sama dengan 60 detik.

 

  • Mengapa satu hari terdiri dari 24 jam?

Sementara itu, pembagian 24 jam dalam satu hari berasal dari bangsa Mesir kuno. Mereka membagi waktu menjadi dua bagian, yaitu 12 jam untuk siang dan 12 jam untuk malam.

 

Pembagian ini didasarkan pada pengamatan terhadap pergerakan matahari saat siang hari serta kemunculan bintang-bintang pada malam hari. Dengan cara ini, mereka dapat memperkirakan waktu secara lebih teratur dalam kehidupan sehari-hari. Angka 12 sendiri dipilih karena dianggap praktis dan mudah digunakan dalam sistem perhitungan sederhana. Selain itu, angka ini juga berkaitan dengan kebiasaan menghitung menggunakan ruas jari tangan, yang membuatnya lebih mudah diterapkan.

 

Konsep pembagian waktu ini kemudian tidak berhenti di Mesir saja, melainkan dikembangkan lebih lanjut oleh ilmuwan Yunani dalam bidang astronomi. Dari sinilah sistem 24 jam semakin diperkuat dan akhirnya menjadi standar yang digunakan secara luas hingga sekarang.

 

Jadi, bisa dibilang kalau sistem waktu yang kita pakai sekarang bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Semua merupakan hasil dari perkembangan panjang yang melibatkan berbagai peradaban kuno dengan cara berpikir yang berbeda-beda. Mulai dari Sumeria dan Babilonia yang memperkenalkan sistem berbasis 60, hingga Mesir yang membagi waktu harian menjadi dua bagian besar, semuanya saling melengkapi satu sama lain.

 

Menariknya, meskipun teknologi sudah berkembang sangat pesat, sistem ini tetap dipertahankan karena terbukti praktis dan mudah digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Dari aktivitas sehari-hari, sistem pendidikan, hingga teknologi modern, pembagian waktu ini masih menjadi landasan utama yang tidak tergantikan hingga sekarang.(Athar/Magang)

 

Sumber: IDN Times