20 Anak Disabilitas Bikin Haru! Aksi Musik Mereka di Cibubur Jadi Sorotan
Kompetisi musik anak disabilitas di Cibubur tampilkan bakat luar biasa dan penuh inspirasi.
KamiBijak.com, Berita - Sebanyak 20 anak disabilitas menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang Music Talent Competition Vol. 2 yang digelar di Cibubur, Depok, Minggu, 7 Desember 2025. Kompetisi yang diprakarsai sanggar musik Alun Jiwa ini menjadi perhelatan kedua yang secara khusus menghadirkan pertunjukan musik dari anak-anak dengan ragam kebutuhan khusus.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai kategori disabilitas, seperti disabilitas netra, disabilitas intelektual, autisme, dan kebutuhan khusus lainnya. Sejak pagi, para peserta sudah tampak antusias menunggu giliran untuk naik ke panggung. Mereka menampilkan beragam aksi, mulai dari menyanyi, memainkan keyboard, hingga menunjukkan kemampuan bermain drum.
Kompetisi Musik Alun Jiwa hadir sebagai ruang anak disabilitas berkarya sekaligus menguatkan orangtua dalam memperjuangkan masa depan anak. (Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin)
Founder Alun Jiwa, Michael Fontana, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan kali ini memiliki nilai tersendiri. “Yang membuat acara ini berbeda, pertama karena seluruh pesertanya adalah anak-anak disabilitas. Kedua, terlepas dari menang atau tidak, semua peserta akan mendapatkan kesempatan mengikuti audisi band senilai Rp 1,2 juta,” ujarnya.
Michael menegaskan bahwa kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga ruang bagi para orang tua untuk bertemu, saling berbagi pengalaman, serta memberi dukungan satu sama lain. Ia berharap kegiatan ini mampu memacu semangat orang tua dalam mengembangkan kemampuan anaknya. “Semoga kegiatan ini bisa mempererat hubungan dan menjadi dorongan bagi orang tua agar lebih percaya diri mendukung anak-anak mereka bermusik dan menemukan masa depan yang lebih baik,” kata pria yang akrab disapa Mike.
Mike menjelaskan bahwa Alun Jiwa memiliki konsep pembinaan musik yang berbeda dari sanggar musik pada umumnya. Di sana, anak-anak tidak hanya belajar memainkan alat musik, tetapi juga diarahkan untuk membentuk band bersama. Setelah belajar keyboard, drum, gitar, atau alat lainnya, mereka kemudian digabungkan satu sama lain untuk membuat kelompok musik.
Jika band tersebut sudah terbentuk, pihak sanggar bersama orang tua berupaya memperluas kesempatan tampil di berbagai acara. “Kami terus mencari peluang agar mereka bisa manggung dan memperoleh penghasilan. Misalnya, ketika ada acara ulang tahun media, kami mengajukan anak-anak agar mereka bisa tampil dan mendapatkan rezeki,” jelas Mike.
Ia menilai bahwa kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya harus dibangun bersama. “Kesempatan itu tidak datang sendiri, kita yang harus menciptakannya. Saya percaya, selama kita berjuang, hasilnya pasti akan terlihat.”
Mike kemudian bercerita bahwa Alun Jiwa berdiri pada 19 Juli 2024. Meski baru berjalan sekitar setahun, sanggar tersebut sudah menjadi ruang kreatif bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Ide mendirikan sanggar ini muncul dari pengalaman pribadinya sebagai ayah dari anak istimewa. Menurutnya, jika anaknya bisa berkembang lewat musik, maka anak-anak lain juga punya peluang yang sama.
Ia menambahkan bahwa musik memiliki hubungan yang sangat dekat dengan anak disabilitas. Menurut Mike, musik adalah bahasa universal yang mampu menjadi sarana terapi. Ritme dalam musik membantu anak lebih tenang, terarah, dan membuka perasaan mereka. Melalui musik, anak-anak dapat mengekspresikan diri, berkarya, dan menemukan kepercayaan diri baru. (Restu)
Sumber : Liputan6
Video Terbaru
MOST VIEWED
