Berita

Mensos Paparkan Bantuan Baru untuk Lansia dan Disabilitas: dari Makanan Bergizi hingga Caregiver

Mensos jelaskan bantuan untuk lansia dan disabilitas berhasil dirancang untuk jamin kesejahteraan sosial.

KamiBijak.com, Berita - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat dukungan bagi kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas lewat serangkaian kebijakan bantuan baru yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Dalam paparan terbaru, Mensos mengungkap bahwa bantuan buat lansia disabilitas kini tidak hanya sekedar bantuan sosial biasa, tetapi mencakup nutrisi yang lebih baik serta dukungan pendampingan yang dirancang untuk mendukung kualitas hidup penerima manfaat secara holistik. 

Menurut Mensos, bantuan buat lansia disabilitas ini mengalami perubahan skema dari pendekatan sebelumnya yang selama ini berada dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Fokusnya kini dipisahkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan khusus kedua kelompok tersebut. Ia menyampaikan bahwa program yang ada akan ditingkatkan dengan pemberian makanan bergizi yang disesuaikan kebutuhan dan penyediaan caregiver terlatih yang akan membantu dalam perawatan sosial jangka panjang. 

Langkah transformasi ini dilakukan agar bantuan tidak hanya menjadi sekedar konsumsi sementara, tetapi menjadi bagian dari dukungan kesejahteraan yang berkelanjutan untuk lansia dan penyandang disabilitas. Mensos menjelaskan bahwa bantuan langsung berkelanjutan ini diproyeksikan untuk memberikan dampak nyata dalam jangka panjang bagi  kelompok yang memang membutuhkan perhatian khusus, terutama mereka yang tinggal sendiri atau kurang mendapatkan dukungan keluarga intensif.

Salah satu komponen utama dari bantuan buat lansia disabilitas adalah fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi. Program makanan bergizi gratis (MBG) yang sebelumnya lebih umum untuk anak sekolah dan ibu hamil kini akan diperluas untuk mencakup lansia terlantar dan penyandang disabilitas, termasuk pemberian dua kali makanan bergizi setiap hari sesuai pedoman nutrisi yang lebih spesifik terhadap kebutuhan mereka.

Mensos juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan pelatihan bagi caregiver atau pendamping sosial bersertifikat yang akan mendampingi lansia dan penyandang disabilitas di kehidupan sehari-hari. Tenaga caregiver ini tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga akan membantu kegiatan dasar sehari-hari, perawatan sosial, dan pemantauan kesehatan, terutama bagi mereka yang hidup sendiri atau memiliki keterbatasan dalam mobilitas.

Dalam perencanaan program ini, Mensos menggarisbawahi pentingnya data yang akurat dan prioritas berdasarkan kebutuhan riil. Pemerintah tengah melakukan verifikasi data untuk memastikan bahwa bantuan buat lansia disabilitas benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program lain. Ini termasuk memetakan tingkat kebutuhan berdasarkan kategori ekonomi dan kondisi sosial penerima.

Usulan dan rancangan ini sudah mendapat persetujuan awal dari Presiden Republik Indonesia, yang mendukung perluasan cakupan bantuan agar mencakup kelompok yang kurang mendapat perhatian dalam sistem bantuan sosial yang ada. Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan tatanan kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Secara garis besar, bantuan buat lansia disabilitas yang dipaparkan Mensos meliputi:

  1. Program makanan bergizi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
  2. Pendampingan caregiver profesional yang dilatih untuk membantu aktivitas sehari-hari dan aspek sosial.
  3. Skema bantuan langsung berkelanjutan yang memprioritaskan kelompok rentan secara tepat sasaran.
  4. Verifikasi data yang mendalam untuk menjamin efektifitas dan akurasi distribusi bantuan.

Pendekatan ini merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah menjawab tantangan sosial yang dihadapi oleh lansia dan penyandang disabilitas, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan bantuan sesaat, tetapi juga dorongan nyata bagi peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh. Program ini diharapkan memperkuat kemandirian, martabat, dan kesejahteraan lansia serta disabilitas. (Sindi/PKL)

Sumber : Kumparan