KamiBijak.com, Hiburan - Usia manusia dapat bertumbuh setiap tahunnya. Selain bertumbuh secara usia, efek pertumbuhan usia tersebut dapat berefek kepada otak. Efek tersebut adalah penyusutan otak atau istilah medisnya biasa disebut dengan nama atrofi serebri. Walaupun penyusutan otak tersebut merupakan proses alamiah, penyusutan itu bisa terjadi lebih cepat akibat gaya hidup yang buruk.
Berikut merupakan tiga kebiasaan yang harus dihindari agar mencegah penyusutan otak lebih cepat:
- Pola makan
Kebanyakan orang Indonesia masih berfikir jika perut mereka sudah kenyang, maka asupan gizi dan makanan mereka sudah cukup. Padahal untuk makanan yang kita konsumsi, selain mengenyangkan, harus melihat kandungan nutrisi terhadap makanan apa yang kita konsumsi. Tanpa asupan nutrisi yang seimbang, otak tidak mendapatkan bahan bakar yang diperlukan untuk menjalankan fungsinya agar tetap optimal.
- Malas bergerak
Kebiasaan kedua ini merupakan hal sepele, namun banyak terjadi dikalangan anak muda sampai dewasa. Kurang dalam melakukan aktivitas ternyata berdampak langsung terhadap kesehatan otak. Banyak yang beranggapan bahwa olahraga atau kegiatan yang menggunakan fisik hanya akan membantu membentuk otot, namun juga dapat membantu otak dalam menyerap nutrisi. Saat tubuh aktif dalam melakukan kegiatan fisik, sirkulasi darah tubuh akan meningkat. Oleh karena itu, nutrisi dari makanan dapat terserap secara optimal oleh otak.
- Kurang berinteraksi dengan sosial sekitar
Dengan berinteraksi dengan sosial sekitar akan membantu otak fokus. Oleh karena itu faktor interaksi sosial sesama manusia akan membuat otak bekerja dengan baik. Ibaratnya kita kerap melatih otak kita untuk berfikir dan fokus. Dengan melatih otak kita agar tetap bisa fokus tentunya akan meningkatkan kinerja otak dan membantu untuk otak tidak menciut jika belum saatnya.
Menjaga kesehatan otak sejatinya tidak selalu harus dimulai dari langkah besar atau prosedur medis yang terdengar kompleks. Justru, pondasinya terletak pada kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Memilih makanan bergizi seimbang, kaya antioksidan dan lemak baik, membantu sel-sel otak bekerja lebih optimal. Aktivitas fisik yang rutin bukan hanya memperkuat tubuh, tetapi juga melancarkan aliran darah ke otak sehingga fungsi kognitif tetap terjaga. Tak kalah penting, menjaga interaksi sosial dan terus melatih pikiran melalui percakapan, membaca, atau mempelajari hal baru mampu merangsang kerja saraf agar tetap aktif. Dari langkah-langkah kecil inilah perlindungan terhadap risiko penuaan dini bisa dibangun, sehingga otak tetap tajam, responsif, dan siap menemani kualitas hidup yang lebih panjang dan bermakna. (Athar/Magang)
Sumber: CNN Indonesia
