Hiburan

UMS Kembangkan Program Rehabilitasi Olahraga, Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Program ini untuk mendorong disabilitas agar dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan olahraga lewat pendekatan rehabilitasi dan pembinaan terarah.

KamiBijak.com, Hiburan - Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) diketahui memperoleh hibah dari Australia Indonesia Institute Grant 2025 untuk mengembangkan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas melalui pendekatan rehabilitasi, aktivitas fisik dan olahraga. Melalui hibah ini, tim terus berupaya untuk mengadopsi program pemberdayaan disabilitas yaitu ParaSTART dari University of Queensland, Australia.

Tim UMS mengupayakan untuk mengadopsi program pemberdayaan disabilitas yang berfokus pada individu disabilitas dengan kebutuhan tinggi (high need support). Program ini sengaja dirancang untuk mendorong penyandang disabilitas agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan olahraga melalui pendekatan rehabilitasi dan pembinaan terarah.

Penerima hibah Australia Indonesia Institute Grant 2025 sekaligus Kaprodi Profesi Fisioterapis UMS, Suryo Saputra Perdana, M.Sc,PT., menjelaskan lebih lanjut, bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik semata, namun juga pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesiapan dari para peserta.

“Harapannya, mereka bisa berpartisipasi aktif dalam olahraga. Kita perbaiki kesehatannya, kita rehabilitasi terlebih dahulu, kita siapkan, lalu kita pilihkan cabang olahraga yang sesuai. Jadi teman-teman disabilitas tidak hanya pasif, tetapi bisa berpartisipasi aktif. Nantinya, jika mereka berprestasi dan memiliki bakat, kita masukkan ke ajang paralimpiade,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.

Tim UMS yang terlibat berasal lintas bidang, yakni Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Jasmani, bekerja sama dengan rumah sakit mitra, RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso. ParaSTART yang dikembangkan tim nantinya akan disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya Indonesia.

“Rencananya kita akan adaptasi di Indonesia dengan konteks sosial budaya yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Sebelumnya, UMS juga pernah menjajaki kolaborasi dengan The University of Queensland melalui kunjungan pada September lalu untuk melihat langsung seperti apa implementasi ParaSTART. Kunjungan tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian penjajakan kerja sama, termasuk pemetaan lingkungan dan tenaga ahli yang dimiliki UMS.

“Kunjungan ini melengkapi agenda sebelumnya, sehingga kita bisa bekerja sama secara optimal. Kita juga menunggu kolaborasi-kolaborasi lain. Dengan potensi dan mahasiswa yang ada di sini, kita terus mencari peluang kerja sama,” tutupnya. (Irene)

Sumber: rri.co.id