Hiburan

Tren Black Fingers di TikTok Berasal dari Tradisi Adat Amazon, Ini Maknanya

Tren black fingers di TikTok terinspirasi dari tradisi masyarakat adat Amazon yang sarat makna budaya.

KamiBijak.com, Hiburan - Belakangan ini, tren menghias ujung jari menggunakan pewarna hitam ramai diperbincangkan di TikTok dan berbagai platform media sosial. Gaya tersebut menarik perhatian banyak warganet karena tampilannya yang unik, sekaligus memunculkan rasa penasaran mengenai asal-usulnya. Di balik tren yang kini identik dengan dunia fesyen, terdapat tradisi budaya yang telah lama diwariskan oleh masyarakat adat di kawasan hutan hujan Amazon, Amerika Selatan.

Sejumlah suku asli, seperti Tikuna, Yagua, Tsáchila, dan Emberá, memanfaatkan pewarna alami sebagai bagian dari identitas budaya mereka. Berbeda dengan henna yang umum digunakan di kawasan Timur Tengah, masyarakat adat Amazon memperoleh warna hitam pada kulit dari buah jagua yang diolah menjadi pewarna alami.

Warna yang dihasilkan dari buah jagua dapat bertahan selama beberapa hari pada permukaan kulit. Oleh karena itu, pewarna alami tersebut kerap digunakan dalam berbagai kegiatan adat maupun ritual yang dijalankan oleh masyarakat setempat.

Baca juga:
Serunya Nonton Pacu Jalur di Riau: Tradisi Unik dan Tips Penting untuk Pengunjung

Perkembangan media sosial kemudian mendorong gaya menghias jari tersebut dikenal oleh masyarakat luas. Banyak anak muda di berbagai negara mulai mengadaptasinya sebagai bagian dari tren fesyen modern yang populer dengan sebutan black fingers atau indigo fingers, tanpa menghilangkan inspirasi dari budaya tradisional yang melatarbelakanginya.

Meski kini lebih sering digunakan sebagai bagian dari gaya berbusana, tren black fingers sejatinya memiliki akar budaya yang kuat dan menyimpan nilai sejarah yang diwariskan secara turun-temurun.

 

Sejarah dan Makna Tradisi Jagua

Bagi masyarakat adat di kawasan Amazon, pewarna jagua tidak sekadar digunakan sebagai hiasan tubuh. Cairan dari buah tersebut dioleskan pada jari maupun bagian tubuh lainnya sebagai simbol perlindungan dari roh jahat, menjaga jiwa, serta dipercaya dapat menangkal penyakit yang dikaitkan dengan ilmu hitam.

Selain memiliki makna spiritual, cairan buah jagua juga dimanfaatkan sebagai pengusir serangga alami ketika masyarakat berburu atau beraktivitas di dalam hutan. Pola-pola yang digambar pada kulit turut berfungsi sebagai penanda status sosial, bagian dari ritual kedewasaan, upacara pernikahan, hingga persiapan sebelum mengikuti peperangan.

Sementara itu, tradisi mewarnai ujung jari dengan warna hitam pekat atau black fingers juga memiliki keterkaitan dengan budaya Elukami di Afrika. Dalam tradisi tersebut, warna gelap pada tangan melambangkan hubungan spiritual sekaligus menjadi bagian dari nilai estetika yang bersifat sakral.

Di balik popularitasnya sebagai tren di media sosial, black fingers memiliki makna budaya yang jauh lebih dalam daripada sekadar elemen fesyen. Memahami asal-usul tradisi ini dapat menjadi pengingat bahwa berbagai tren yang berkembang saat ini sering kali berakar dari warisan budaya masyarakat yang telah dijaga dan dilestarikan selama bertahun-tahun.

(Athar)



Sumber: RRI

Athar Zahran
Menulis artikel, mengedit, dan mendesain cover untuk dibagikan melalui website maupun platform media sosial KamiBijak. Menulis artikel bersifat topik umum, namun kebanyakan hiburan seperti trivia dan berita ringan.