Berita

Teater dan Langkah Cimahi Beri Ruang Luas bagi Disabilitas Lewat Seni Inklusif

Pertunjukan teater di Cimahi menghadirkan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Kamibijak.com, Berita - Kota Cimahi menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang publik yang lebih ramah dan setara melalui pertunjukan teater inklusif yang melibatkan penyandang disabilitas. Acara yang digelar di Gedung Sangkuriang ini menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi jembatan kebersamaan tanpa batas.

 

Dalam peringatan Hari Teater Dunia tersebut, panggung tidak hanya diisi oleh komunitas teater yang sudah biasa tampil. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan komunitas Tuli juga ikut ambil bagian dalam pertunjukan musikal bertema Cimahi Hepi Berekspresi. Kolaborasi ini menghadirkan suasana berbeda sekaligus pesan kuat tentang pentingnya inklusivitas. 

 

Wakil Walikota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata menuju kota yang terbuka bagi semua kalangan. Menurutnya, ruang berkesenian seharusnya bisa diakses siapa saja tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang.

(Dok. PPID Kota Cimahi)

 

Kehadiran penyandang disabilitas sebagai bagian dari penampil utama menjadi sorotan tersendiri. Selama ini, akses terhadap ruang ekspresi seni kerap masih terbatas. Karena itu, kegiatan seperti ini memberi kesempatan lebih luas bagi mereka untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri di hadapan publik.

Baca Juga

Petani Disabilitas asal Cimahi, Beri Kesempatan Disabilitas Mandiri

Tak hanya menjadi hiburan, pertunjukan ini juga membawa pesan edukatif kepada masyarakat. Penonton dapat melihat langsung bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar ketika diberi ruang yang setara dan lingkungan yang mendukung. Seni pun menjadi media untuk mengikis stigma yang masih ada.

 

Pemerintah Kota Cimahi berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ke depan, acara seni inklusif direncanakan hadir dengan skala lebih besar dan melibatkan lebih banyak komunitas serta elemen masyarakat.

(PR/Ririn Nur Febrianti)

 

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pemanfaatan ruang publik seperti alun-alun sebagai tempat pertunjukan alternatif. Konsep panggung terbuka dinilai dapat mendekatkan karya seni kepada masyarakat sekaligus memperluas akses bagi semua kalangan. 

 

Langkah Cimahi ini menjadi contoh bahwa pembangunan kota inklusif bisa dimulai dari hal sederhana, termasuk lewat seni dan budaya. Ketika setiap orang diberi kesempatan yang sama untuk tampil dan berpartisipasi, masyarakat yang lebih ramah dan setara dapat terwujud. (Sindi/PKL)

 

Sumber: Detik News