Hiburan

Nyeri Haid Parah Dianggap Biasa? Bisa Jadi Tanda Adenomiosis

Nyeri haid ekstrem bisa jadi adenomiosis. Kenali penyebab, gejala, dan risikonya sejak dini.

KamiBijak.com, Hiburan - Banyak perempuan mengira nyeri menstruasi yang terasa sangat menyiksa adalah hal wajar. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan serius pada rahim, salah satunya adenomiosis. Meski namanya belum sepopuler endometriosis, adenomiosis tak kalah berisiko karena dapat memicu nyeri hebat, perdarahan berlebihan, hingga memengaruhi kesuburan. Karena itu, penting untuk memahami kondisi ini agar kamu tidak mengabaikan tanda-tandanya.

Adenomiosis adalah kondisi ketika jaringan endometrium, yaitu lapisan rahim yang biasanya luruh saat menstruasi, justru tumbuh dan menyusup ke dalam otot rahim atau miometrium. Akibatnya, dinding rahim menjadi lebih tebal dan ukurannya membesar. Perubahan ini dapat memicu rasa nyeri yang intens serta menstruasi yang tidak normal. Meski tidak bersifat mengancam nyawa, adenomiosis tetap perlu ditangani karena dampaknya bisa mengganggu kualitas hidup dan peluang kehamilan.

(Foto : Dok.Hellosehat)

 

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga kini, dunia medis belum mengetahui secara pasti penyebab utama adenomiosis. Namun, ada sejumlah faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

Usia 40–50 tahun
Perempuan yang memasuki usia paruh baya lebih rentan mengalami adenomiosis. Perubahan hormonal, khususnya peningkatan kadar estrogen, diduga berperan dalam mendorong pertumbuhan jaringan endometrium ke dalam dinding rahim.

Riwayat operasi pada rahim
Tindakan medis seperti kuret, operasi caesar, maupun pengangkatan mioma dapat merusak batas antara lapisan rahim dan otot rahim. Kondisi ini memungkinkan jaringan endometrium masuk ke area yang seharusnya tidak ditempati.

Pernah melahirkan
Kehamilan dan proses persalinan dapat memicu perubahan struktur rahim. Perubahan inilah yang diyakini memudahkan jaringan endometrium menembus otot rahim.

Obesitas
Berat badan berlebih juga tidak bisa dianggap sepele. Lemak tubuh yang tinggi dapat meningkatkan produksi estrogen, hormon yang berperan besar dalam pertumbuhan jaringan endometrium, termasuk yang tumbuh secara tidak normal.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Nyeri panggul berkepanjangan
Penderita adenomiosis kerap mengalami nyeri di area panggul atau perut bagian bawah. Rasa sakit ini bisa muncul terus-menerus atau datang dan pergi, tidak hanya saat menstruasi.

Menstruasi sangat banyak dan lama
Perdarahan haid yang berlebihan dan berlangsung lebih lama dari biasanya juga menjadi tanda khas. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu anemia akibat kehilangan darah berlebihan.

Kram menstruasi yang ekstrem
Kram perut saat haid bisa terasa jauh lebih parah dibandingkan nyeri menstruasi normal. Hal ini terjadi karena otot rahim berkontraksi lebih kuat untuk mengeluarkan jaringan yang tumbuh abnormal.

Itulah gambaran singkat tentang adenomiosis yang perlu kamu ketahui. Jika kamu sering mengalami nyeri haid berlebihan atau gejala-gejala di atas, sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dan penanganan sejak dini bisa membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. (Restu)

Sumber : Female Daily