Kamibijak.com, Disabilitas - Bagi banyak orang, mengemudi adalah aktivitas sehari-hari yang sering dianggap biasa. Namun, bagi sebagian penyandang disabilitas, kesempatan berada di balik kemudi menjadi pengalaman yang sulit diwujudkan. Melalui program yang digagas organisasi amal Speed of Sight, impian tersebut kini dapat menjadi kenyataan.
Organisasi yang berbasis di Inggris itu secara rutin menyelenggarakan hari lintasan balap khusus bagi penyandang disabilitas. Dalam kegiatan ini, peserta diberi kesempatan mengemudikan mobil di sirkuit dengan dukungan kendaraan yang telah dimodifikasi dan didampingi instruktur profesional.
Salah satu kegiatan terbaru digelar di Bicester Motion, Oxfordshire. Program yang telah berjalan sejak awal tahun 2000-an ini terus memberikan pengalaman berharga bagi peserta dengan berbagai jenis disabilitas.
Pengalaman yang Mengubah Hidup
Salah satu peserta, Drew Hanslow, telah mengikuti kegiatan Speed of Sight sebanyak 20 kali. Meski demikian, ia masih mengingat jelas pengalaman pertamanya sekitar 11 tahun lalu.
Drew yang memiliki gangguan penglihatan mengatakan pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap disabilitas.
Menurutnya, kesempatan mengemudi di sirkuit membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menikmati pengalaman baru. Kini, ia juga ingin membantu peserta lain agar memiliki rasa percaya diri dan keyakinan yang sama.
Kesempatan Pertama bagi Penyandang Disabilitas Netra
Acara di Bicester juga menjadi pengalaman pertama bagi Jade, seorang perempuan dengan kebutaan total. Ia dapat mengikuti kegiatan tersebut berkat dukungan organisasi amal Eye Matter.
Jade mengaku seluruh proses dijelaskan dengan sangat jelas oleh panitia dan instruktur. Komunikasi dilakukan melalui headset yang terpasang di dalam helm sehingga ia tetap dapat menerima arahan selama mengemudi.
Ia menikmati kesempatan memegang kemudi sendiri sekaligus menginjak pedal akselerasi. Baginya, sensasi mengendalikan mobil memberikan rasa bebas yang selama ini sulit dirasakan.
Jade, yang mengalami kebutaan total, mendapat kesempatan untuk merasakan pengalaman berkendara di lintasan balap.
Sumber Foto : BBC
Berawal dari Kepedulian
Program Speed of Sight didirikan oleh Mike Newman, seorang pecinta dunia motorsport yang juga memiliki gangguan penglihatan.
Mike mengatakan dirinya sering bertemu orang-orang yang kehilangan kesempatan mengemudi akibat kondisi kesehatan maupun disabilitas. Dari pengalaman itulah muncul gagasan untuk menghadirkan program yang memungkinkan mereka kembali merasakan sensasi berada di balik kemudi dalam lingkungan yang aman.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mengemudikan mobil balap, tetapi menghadirkan kembali kegembiraan, kepercayaan diri, dan pengalaman yang mungkin telah lama hilang dari kehidupan para peserta.
Kendaraan Dirancang Lebih Aksesibel
Seluruh kendaraan yang digunakan telah dimodifikasi agar dapat dioperasikan oleh peserta dengan berbagai kebutuhan.
Fasilitas yang tersedia meliputi setir yang dapat dilepas, alat pengangkat (hoist) untuk membantu peserta masuk ke mobil, serta kendali tangan untuk rem dan akselerasi.
Semua mobil menggunakan transmisi otomatis. Selain itu, pada sisi penumpang juga tersedia setir dan pedal tambahan sehingga instruktur dapat mengambil alih kendali kapan saja demi menjaga keselamatan peserta.
Baca Juga :
Memberikan Kebebasan dan Kepercayaan Diri
Instruktur Speed of Sight, Paul Smith, mengatakan setiap sesi selalu menghadirkan pengalaman yang berbeda. Menurutnya, melihat peserta yang sebelumnya belum pernah mengemudi kemudian berhasil menikmati sensasi mengendalikan mobil menjadi kebahagiaan tersendiri.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya menghadirkan pengalaman mengemudi, tetapi juga membangun hubungan, meningkatkan rasa percaya diri, serta membuktikan bahwa penyandang disabilitas tetap dapat menikmati aktivitas yang menantang dengan dukungan yang tepat.
Melalui program ini, Speed of Sight terus menunjukkan bahwa aksesibilitas dapat membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas untuk merasakan kebebasan, keberanian, dan pengalaman yang sebelumnya terasa mustahil. (Restu)
Sumber: BBC
