Hiburan

Sering Terlupakan Padahal Penting, Ini Tanda Wiper Mobil Harus Diganti

Banyak yang mengira wiper rusak karena sering digunakan saat hujan. Faktanya, musuh utama wiper adalah paparan sinar matahari saat mobil terparkir.

KamiBijak.com, Hiburan - Pergantian cuaca seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi. Selain bagian kondisi mesin, komponen lain yang sering terlupakan padahal cukup vital fungsinya adalah bilah wiper. Banyak pengendara yang baru akan menyadari wiper bermasalah saat pandangan mereka mulai benar-benar tertutup air di tengah hujan deras. Hal ini tentu sangat berbahaya.

Perlu diketahui bahwa wiper apapun merknya tetap memiliki masa pakai terbatas. Karena letaknya di bagian luar dan bersentuhan langsung dengan cuaca ekstrem, sehingga karet wiper adalah komponen yang paling cepat mengalami degradasi.

Banyak yang salah kaprah sering mengira wiper hanya rusak karena sering digunakan saat hujan. Faktanya, musuh utama wiper di Indonesia justru datang dari paparan sinar matahari saat mobil terparkir.

Suhu panas akan membuat karet wiper kehilangan elastisitasnya, menjadi keras, dan getas. Karet yang sudah mati tidak akan bisa lagi digunakan untuk menyapu air dengan sempurna. Alih-alih bersih, kaca justru akan terlihat buram atau bergaris.

Cek Gejala "3S": Streaking, Squeaking, Skipping untuk mengetahui kondisi wiper.

Sebelum berkendara, pemilik mobil disarankan melakukan pengecekan mandiri dengan mengenali gejala 3S:

  • Streaking (Bergaris): Munculnya garis-garis air pada kaca yang menandakan ada bagian karet yang sudah robek atau sompel.
  • Squeaking (Berdecit): Suara decitan yang mengganggu telinga adalah tanda karet sudah mengeras dan tidak lagi licin saat bergesekan dengan kaca.
  • Skipping (Melompat): Wiper tidak menyapu dengan gerakan halus, melainkan melompat-lompat, sehingga meninggalkan area yang tidak tersapu air.

Secara umum, produsen akan menyarankan untuk melakukan penggantian wiper setiap 6 hingga 12 bulan sekali. Namun, jika mobil sering dijemur di bawah terik matahari tanpa perlindungan, ada baiknya jika penggantian dilakukan lebih cepat.

Pengemudi juga diingatkan untuk tidak menyalakan wiper saat kaca dalam keadaan kering dan berdebu. Gesekan antara karet dan debu kasar tidak hanya merusak wiper, tetapi juga berisiko menimbulkan baret permanen pada kaca depan dan biayanya jauh lebih mahal untuk diperbaiki. (Irene)

Sumber: kabaroto.com