KamiBijak.com, Hiburan - Di zaman yang sudah serba modern, isu mengenai kesetaraan bagi para penyandang disabilitas ternyata masih menyisakan tanda tanya besar. Hal ini juga terlihat jelas dalam aksesibilitas spiritual.
Pemenuhan hak bagi teman-teman disabilitas untuk dapat menjalankan ibadah dan mendapatkan materi keagamaan sebagaimana mestinya dinilai masih sangat terbatas. Terutama di bulan suci Ramadan seperti saat ini, dimana umat Islam identik melakukan ibadah puasa dan memperbanyak beribadah ke masjid.
Hal ini disampaikan oleh Dedy Priansyah dari Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Kalimantan Timur dalam siaran Ruang Disabilitas RRI. Ia menyoroti perihal betapa sulitnya penyandang disabilitas terutama disabilitas sensorik untuk mendapatkan ilmu agama yang mendasar.
"Faktanya, teman-teman yang tuna netra atau rungu, ada yang tidak tahu rukun Islam itu ada lima atau rukun iman itu ada enam. Itu fakta yang nyata terjadi karena akses materi keislaman sangat kurang," kata Dedy.
Menurutnya, ketimpangan ini terlihat jelas dan sangat terasa dalam acara-acara besar seperti tabligh akbar. Dedy menyayangkan minimnya inisiatif penyelenggara acara untuk menyediakan Juru Bahasa Isyarat (JBI) bagi jamaah tuli.
"Karena itu kami selalu memperjuangkan ayo dong MUI bikin pelatihan misalnya JBI gitu. Untuk ustaznya doang misalnya, jadi kalau ustaznya sesekali ceramah nih gitu kan, kumpulin deh. Nanti pesertanya dari kita," ujarnya.
Bukan hanya dari sisi dakwah, kendala fisik yang ada di bangunan masjid juga menjadi tembok besar bagi penyandang disabilitas fisik. Dedy mengkritisi desain arsitektur masjid-masjid besar yang masih didominasi oleh tangga tinggi tanpa memikirkan ketersediaan fasilitas ramp (jalur landai) yang memadai bagi pengguna kursi roda.
Ia juga menekankan dengan jelas bahwa bahwa fasilitas seperti tempat wudu dan toilet khusus disabilitas adalah kebutuhan primer, bukan sekadar pelengkap bangunan. Ketimpangan fasilitas seperti ini tentunya menimbulkan perasaan ketidakadilan spiritual di kalangan penyandang disabilitas. (Irene)
Sumber: rri.co.id
