KamiBijak.com, Berita - Nilai tukar rupiah di pasar spot mengawali perdagangan Selasa (30/12/2025) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di posisi Rp16.782 per dolar AS, naik 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.788 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah cenderung bergerak datar atau berkonsolidasi, dengan peluang penguatan yang masih terbatas. Minimnya rilis data ekonomi serta berkurangnya aktivitas transaksi menjelang pergantian tahun membuat pelaku pasar memilih bersikap menunggu perkembangan lebih lanjut.
Menurut Lukman, sentimen pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia masih menjadi faktor penekan bagi rupiah. Meski demikian, posisi mata uang garuda dinilai sudah berada di area jenuh jual (oversold), sehingga membuka peluang terjadinya rebound teknikal meskipun dalam skala terbatas. Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru dibuka melemah pada hari terakhir perdagangan bursa tahun 2025. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI menunjukkan IHSG dibuka di level 8.627,40 dan sempat turun ke posisi terendah 8.584,87. Hingga pukul 09.14 WIB, IHSG tercatat berada di level 8.598,40 atau turun 0,53 persen.
Aktivitas perdagangan terbilang cukup aktif, dengan volume transaksi mencapai 5,50 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp3,26 triliun. Sebanyak 285 saham melemah, 230 saham menguat, dan 184 saham bergerak stagnan.
Secara sektoral, kinerja saham bergerak bervariasi. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan 1,35 persen, disusul sektor barang konsumsi non-siklikal dan teknologi. Sebaliknya, sektor barang baku menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,73 persen, diikuti sektor energi, keuangan, dan properti.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area 8.464–8.493. Dalam skenario terburuk, indeks berpeluang terkoreksi lebih dalam menuju area psikologis 8.000. Level support IHSG berada di kisaran 8.493 dan 8.414, sementara resistance di area 8.656 dan 8.714. (Keisha/MG)
Sumber : Kompas
