Berita

RSUD Baru di Kubu Raya Ramah Disabilitas! Bisa Tangani Stroke hingga Jantung

RSUD Tuan Besar Syarif Idrus Kubu Raya hadir dengan akses disabilitas dan layanan penyakit prioritas lewat program Quick Win.

Akses bagi penyandang disabilitas mulai terlihat di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rumah sakit ini merupakan salah satu dari 66 fasilitas kesehatan yang dibangun melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan pemantauan pada Jumat (6/2/2026), sejumlah fasilitas dasar disabilitas telah tersedia di area rumah sakit.

 

Fasilitas tersebut antara lain ramp atau bidang miring yang memudahkan pengguna kursi roda berpindah antarlantai. Ramp dirancang memanjang dan melingkar, dilengkapi lift yang cukup luas untuk kursi roda. Di berbagai sisi dinding rumah sakit juga terpasang pegangan tangan untuk membantu pasien dengan keterbatasan mobilitas atau gangguan keseimbangan. Selain itu, tersedia toilet khusus disabilitas di lantai pertama dengan ruang yang lapang dan dilengkapi pegangan tangan di sisi kiri dan kanan.

 

Meski demikian, RSUD Tuan Besar Syarif Idrus belum beroperasi sepenuhnya. Sejumlah elemen aksesibilitas lain masih belum terlihat, seperti papan penanda visual atau monitor informasi untuk penyandang Tuli, pengumuman audio, serta guiding block bagi penyandang disabilitas netra.

 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa rumah sakit ini dirancang untuk menangani empat penyakit utama penyebab kematian, yakni stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal. Fasilitas seperti cathlab dan layanan bedah otak memungkinkan pasien stroke dan jantung ditangani langsung tanpa perlu dirujuk ke kota lain. Untuk kanker, rumah sakit ini juga dilengkapi layanan patologi anatomi dan kemoterapi, sementara pasien ginjal dapat menjalani cuci darah.

 

Dokter spesialis patologi anatomik RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, Hendy Stio Iwantono, menjelaskan bahwa sebelum gedung baru dibangun, rumah sakit kerap mengalami kelebihan kapasitas. Penambahan gedung baru meningkatkan daya tampung menjadi total 100 tempat tidur, sehingga diharapkan dapat mengurangi overload dan memungkinkan lebih banyak kasus berat ditangani langsung di Kubu Raya tanpa rujukan ke Pontianak. (Keisha/MG)

 

Sumber : Liputan6