KamiBijak.com, Hiburan - Dentuman gong, tambur, dan gendang mendadak terhenti ketika seorang pria berpakaian serba putih memasuki arena bersama tujuh perempuan pengiring. Dengan irama hentakan gendang, pria tersebut melangkah menuju Bulian, bangunan kecil berbentuk persegi empat yang menjadi pusat ritual.
Sesampainya di Bulian, dua perempuan pendamping yang berada di sisi kanan dan kiri langsung duduk sambil meletakkan wadah berisi bunga, kemenyan, serta berbagai sesajian lainnya.
Kedua perempuan itu kemudian menggerakkan tangan ke arah kanan dan kiri sebelum berhenti saat pria yang dikenal sebagai Kumentan tersebut menyilangkan kedua tangannya ke bahu.
Setelah itu, tangan Kumentan bergerak ke kanan dan kiri sebagai penanda dimulainya Rentak Bulian. Tidak lama kemudian, dua pengiring perempuan mengusap kedua tangan Kumentan dengan sesuatu, sementara asap kemenyan mulai memenuhi udara untuk memanggil roh leluhur.
Baca juga:
Mengenal Tari Rentak Bulian dari Riau dengan Unsur Mistis dan Tradisi Budaya
Bagian puncak dalam tarian Rentak Bulian terjadi ketika Kumentan kehilangan kesadaran. Kakinya bergerak mengikuti tabuhan gendang dan alunan seruling sambil mengitari tujuh penari perempuan yang membentuk pola menyerupai segitiga.
Beberapa saat kemudian, Kumentan kembali memasuki Bulian untuk mengambil mayang atau bunga buah pinang. Dalam kondisi tubuh yang diyakini dikuasai roh, ia mengupas mayang tersebut lalu mengibaskannya ke tanah.
Sambil membawa mayang, Kumentan kembali berkeliling di antara para penari pengiring. Salah seorang penari tampak terus mengikuti pergerakannya untuk mengendalikan situasi karena Kumentan masih belum sadar sepenuhnya.
Ritual pemanggilan roh berakhir ketika Kumentan kembali duduk di dalam Bulian. Posisi duduk itu dipercaya sebagai tanda bahwa roh leluhur telah meninggalkan tubuhnya. Setelahnya, Kumentan berdiri bersama tujuh perempuan pengiring sambil saling berpegangan di pinggang sebelum meninggalkan arena.
Rentak Bulian dikenal sebagai tarian tradisional bernuansa mistis milik Suku Talang Mamak di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Hingga sekarang, masyarakat Talang Mamak yang tinggal di sejumlah desa di wilayah tersebut masih menjaga keberadaan tarian ini.
Makna Ritual Penyembuhan dalam Rentak Bulian
