Raja Ampat Raih Status Ganda UNESCO, Surga Bawah Laut Ini Kini Jadi Cagar Biosfer
Raja Ampat resmi jadi Cagar Biosfer UNESCO, surga laut Indonesia dengan keanekaragaman laut luar biasa.
KamiBijak.com, Travel - Raja Ampat di Papua Barat terus memikat dunia dengan pesona alamnya. Kepulauan ini dikenal karena lautnya yang biru jernih, pulau-pulau karst yang menawan, serta keanekaragaman hayati laut yang menakjubkan. Tak heran jika wisatawan dari berbagai penjuru rela menempuh perjalanan jauh demi menyelam di salah satu spot diving terbaik di dunia.
Setelah resmi menjadi Global Geopark UNESCO pada 2023, kini Raja Ampat menorehkan prestasi baru dengan diakui sebagai Cagar Biosfer UNESCO. Pengakuan ini menegaskan bahwa kawasan ini bukan hanya cantik secara visual, tetapi juga vital bagi keseimbangan ekosistem global.
Raja Ampat Kini Memiliki Status Ganda
Dengan dua status UNESCO, Raja Ampat termasuk kawasan langka di dunia yang berhasil meraih pengakuan ganda. Status ini menunjukkan bahwa kepulauan ini bukan hanya warisan geologi yang luar biasa, tetapi juga rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa. Raja Ampat menjadi contoh bagaimana konservasi lingkungan, ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan pembangunan berkelanjutan bisa berjalan beriringan demi kelestarian alam sekaligus kesejahteraan masyarakatnya.
Sembilan Kawasan Konservasi yang Dilindungi
Di wilayah Raja Ampat terdapat sembilan kawasan konservasi yang dikelola bersama oleh masyarakat adat, pemerintah, LSM, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Kawasan inilah inti dari Cagar Biosfer Raja Ampat, mencakup luas sekitar 135.000 kilometer persegi dengan lebih dari 610 pulau. Hanya 34 pulau yang berpenghuni, menjadikan wilayah ini salah satu pusat keanekaragaman laut terpenting di dunia.
Lebih dari 75 persen spesies karang dunia ada di Raja Ampat, termasuk 1.320 spesies ikan terumbu karang dan lima jenis penyu langka, seperti penyu sisik. Sekitar 60 persen terumbu karang masih dalam kondisi baik hingga sangat baik, prestasi langka di tengah kerusakan laut global.
Pulau berbentuk hati di kawasan Raja Ampat, Papua Barat. (Foto : Dok.Kabar Jendela)
Apa Itu Cagar Biosfer?
Berbeda dengan taman nasional, cagar biosfer memiliki fungsi lebih luas sebagai “laboratorium hidup”. Di dalamnya, masyarakat, ilmuwan, dan pemerintah bekerja sama dalam tiga aspek: menjaga keanekaragaman hayati, mendorong pembangunan ekonomi dan sosial berkelanjutan, serta memperkuat riset, pendidikan, dan pertukaran pengetahuan.
Cagar biosfer hadir sebagai solusi di tengah krisis iklim dan kepunahan spesies. Hingga kini, UNESCO mencatat 759 Cagar Biosfer di 130 negara, mencakup lebih dari 5 persen daratan dunia dan menjadi rumah bagi sekitar 275 juta penduduk.
Pengakuan UNESCO ini menjadikan Raja Ampat sebagai contoh global dalam menjaga keanekaragaman hayati, memperkuat ketahanan iklim, dan melestarikan warisan budaya masyarakat adat. Status baru ini juga membuka peluang besar bagi pariwisata berkelanjutan, menjadikan Raja Ampat destinasi wajib untuk liburan berikutnya. (Restu)
Sumber : Fimela
Video Terbaru
MOST VIEWED
