Hiburan

Rahasia “Super Ager”! Tetap Tajam di Usia 80 Tahun

Super ager tetap tajam di usia 80 tahun. Studi ungkap peran gen dan gaya hidup dalam menjaga daya ingat dari Alzheimer.

KamiBijak.com, Hiburan - Semua orang pasti menua. Tapi, apakah kemampuan otak otomatis ikut menurun? Ternyata tidak selalu. Ada sebagian orang berusia di atas 80 tahun yang daya ingatnya masih setajam orang berusia 30-an. Kelompok ini dikenal sebagai “super ager”.

Selama ini, ilmuwan penasaran: apa yang membuat mereka berbeda? Apakah hanya faktor keberuntungan?

Faktor Genetik yang Berbeda

Dalam studi yang terbit di jurnal Alzheimer's & Dementia pada 16 Januari 2026, peneliti menganalisis data lebih dari 18.000 orang dari delapan studi penuaan di Amerika Serikat. Hasilnya, orang-orang dengan kategori super ager ternyata memiliki pola gen tertentu yang berbeda.

Gen tersebut berkaitan dengan risiko penyakit Alzheimer. Mereka cenderung lebih jarang membawa varian gen APOE-ε4, yang diketahui meningkatkan risiko Alzheimer. Sebaliknya, mereka lebih banyak memiliki varian APOE-ε2 yang dikaitkan dengan penurunan kognitif yang lebih lambat.

Untuk masuk kategori super ager, kriterianya cukup ketat:

  • Berusia di atas 80 tahun

  • Skor tes kognitif setara usia 50–64 tahun

  • Tidak menunjukkan tanda demensia dari waktu ke waktu

Dari ribuan peserta, ditemukan 1.623 orang yang memenuhi kriteria tersebut. Artinya, mereka bukan hanya “lansia sehat biasa”, tetapi benar-benar punya profil kognitif yang luar biasa.

Meski begitu, gen bukan satu-satunya penentu. Tidak semua pembawa gen berisiko pasti mengalami demensia. Begitu juga sebaliknya.

Gaya Hidup Tetap Berperan

Selain faktor genetik, gaya hidup juga punya pengaruh besar. Aktivitas fisik yang rutin, keterlibatan sosial, serta pola makan dan tidur yang sehat terbukti membantu menjaga fungsi otak.

Sebaliknya, kebiasaan buruk seperti kurang tidur dan pola makan tidak seimbang bisa mempercepat penurunan kognitif, bahkan pada mereka yang secara genetik tergolong “beruntung”.

Peneliti juga mengakui bahwa studi ini masih terbatas karena mayoritas pesertanya berkulit putih. Ke depan, penelitian dengan sampel yang lebih beragam sangat dibutuhkan agar pemahaman tentang super ager semakin lengkap.

Jadi, apakah kecerdasan bisa bertahan hingga usia lanjut? Jawabannya: bisa. Gen memang berperan, tetapi gaya hidup tetap menjadi kunci penting untuk menjaga otak tetap tajam hingga usia senja. (Keisha/MG)

Sumber : Detik