Kamibijak.com, Disabilitas - Program pemberdayaan penyandang disabilitas di Guyana terus menunjukkan dampak positif. Memasuki fase kelima pelaksanaannya, Guyana Independent Living Skills Programme telah membantu lebih dari 1.500 penyandang disabilitas memperoleh keterampilan hidup mandiri, akses terhadap peluang ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup.
Salah satu penerima manfaat program, Neville Douglas, penyandang disabilitas netra, mengaku kehidupannya berubah setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh program tersebut. Ia kini mampu menggunakan komputer dan berhasil memperoleh pinjaman usaha tanpa agunan maupun bunga melalui Small Business Bureau.
Menurut Douglas, dukungan tersebut membantunya membangun usaha sekaligus meningkatkan kemandirian dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Neville Douglas. Sumber foto : News Room.
Program ini dijalankan oleh Guyana Council of Organisations for Persons with Disabilities (GCOPD) dengan dukungan ExxonMobil Guyana. Pada fase kelima, program ditargetkan menjangkau sekitar 450 penyandang disabilitas tambahan dari berbagai wilayah di Guyana.
Mewakili Menteri Layanan Kemanusiaan dan Jaminan Sosial Guyana, Dr. Vindhya Persaud, pejabat kementerian Samantha Craig mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan para peserta.
Menurutnya, kehidupan mandiri bukan berarti seseorang harus hidup tanpa bantuan. Kemandirian berarti memiliki keterampilan, rasa percaya diri, serta kesempatan untuk mengambil keputusan, mengejar cita-cita, dan berpartisipasi secara aktif dalam masyarakat.
Pemerintah Guyana juga terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas melalui berbagai kebijakan yang mendukung akses terhadap pelatihan keterampilan, alat bantu, bantuan keuangan, hingga pengembangan kewirausahaan.
Manajer Program GCOPD, Ganesh Singh, menjelaskan bahwa program ini pada awalnya difokuskan bagi penyandang disabilitas netra. Peserta mendapatkan pelatihan penggunaan komputer, teknologi pembaca layar (screen reader), orientasi dan mobilitas, serta pengembangan keterampilan kerja.
Seiring berkembangnya program, cakupan penerima manfaat kini diperluas. Pada fase kelima, layanan tidak hanya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas netra, tetapi juga mencakup penyandang disabilitas fisik, disabilitas intelektual, dan disabilitas mental atau psikososial.
Perluasan sasaran tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, serta menjalankan usaha secara mandiri.
Baca Juga :
https://kamibijak.merahputih.com/v/tips-hidup-mandiri-penyandang-disabilitas
Sementara itu, Manajer Sosial Ekonomi ExxonMobil Guyana, Lorna Carlson, mengatakan perusahaan telah mendukung program ini sejak 2022 sebagai bagian dari investasi sosial bagi masyarakat.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan untuk menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri, tetapi juga mendorong mereka agar mampu berkontribusi dalam pembangunan komunitas.
Keberhasilan Program Keterampilan Hidup Mandiri Guyana menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah, organisasi penyandang disabilitas, dan sektor swasta dapat menciptakan peluang yang lebih inklusif. Melalui pelatihan, akses pembiayaan, dan pemberdayaan ekonomi, semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk hidup mandiri dan berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. (Restu)
Sumber: News Room
