Peringkat Kesehatan Laut Naik, Nasib Nelayan Kecil Indonesia Dinilai Masih Terpinggirkan
Peringkat kesehatan laut Indonesia membaik pada 2025, namun KPPMPI menilai nelayan kecil dan masyarakat pesisir belum sejahtera.
KamiBijak.com, Berita - Peringkat Ocean Health Index (OHI) Indonesia meningkat pada 2025, dari posisi 189 menjadi 169 dari total 220 negara. Meski mengalami kenaikan, Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) menilai kondisi tersebut belum mencerminkan kesejahteraan nelayan kecil dan masyarakat pesisir. Skor OHI Indonesia tercatat 66, masih berada di bawah rata-rata global yang mencapai 72.
Ketua Umum KPPMPI, Hendra Wiguna, menyebut sejumlah indikator OHI yang berkaitan langsung dengan kehidupan nelayan justru mengalami penurunan. Dari sepuluh indikator penilaian, empat indikator mencatat kinerja menurun, yakni Penyediaan Pangan Laut, Peluang Penangkapan Ikan Tradisional, Perlindungan Pesisir, serta Mata Pencaharian dan Ekonomi.
Pada indikator Penyediaan Pangan Laut, Indonesia hanya memperoleh skor 24. Angka ini menunjukkan pengelolaan sektor perikanan yang dinilai belum berkelanjutan, baik pada perikanan tangkap maupun budi daya. KPPMPI menyoroti masih maraknya penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan, seperti trawl, yang merusak ekosistem laut dan mempersempit ruang tangkap nelayan kecil.
Tekanan terhadap ekosistem laut juga datang dari budi daya perikanan yang tidak mengelola limbah dengan baik serta aktivitas industri di sejumlah wilayah. Dampaknya terlihat pada indikator Peluang Penangkapan Ikan Tradisional yang turun dari skor 93 menjadi 72. Penurunan ini mencerminkan semakin terancamnya akses nelayan kecil terhadap wilayah tangkap akibat praktik perikanan ilegal dan aktivitas non-perikanan.
Selain itu, indikator Perlindungan Pesisir mengalami penurunan skor menjadi 79. Kondisi ini menandakan lemahnya perlindungan terhadap ekosistem mangrove, terumbu karang, dan lamun yang berfungsi melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan bencana alam sekaligus menopang keberlanjutan sumber daya ikan.
Sementara indikator Mata Pencaharian dan Ekonomi turun dari skor 70 menjadi 64, menunjukkan sektor perikanan belum optimal dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. KPPMPI mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh kebijakan kelautan dan perikanan dengan memprioritaskan keberlanjutan ekosistem serta perlindungan nelayan kecil. (Keisha/MG)
Sumber : Kompas
Video Terbaru
MOST VIEWED
