KamiBijak.com, Hiburan - Kurangnya kesadaran dari sebagian orang tua di Kabupaten Waropen terhadap masa depan anak dengan cacat bawaan lahir sampai saat ini masih menjadi perhatian serius di dunia pendidikan. Anak yang lahir dengan kondisi disabilitas dinilai belum mendapatkan hak pendidikan secara maksimal akibat timbulnya rasa malu dan kurangnya pemahaman keluarga.
Kelainan kongenital atau cacat bawaan lahir pada anak merupakan sebuah kondisi ketika anak lahir dengan ketidaksempurnaan fisik maupun fungsi tubuh tertentu. Meski demikian, keluarga harus memahami bahwa anak-anak dengan kondisi tersebut tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan masa depan yang baik.
Salah satu tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Uri Waropen, Fika Oktarina, saat ditemui RRI pada Rabu 13 Mei 2026, di SLB Negeri Uri Waropen mengatakan, hingga kini masih banyak orang tua di Waropen yang belum terbuka untuk menerima kondisi anak mereka. Akibatnya, sebagian anak penyandang disabilitas berujung tidak disekolahkan dan hanya tinggal di rumah.
“Rasa malu menjadi faktor utama yang membuat sejumlah orang tua enggan membawa anak mereka ke sekolah. Padahal, anak dengan cacat bawaan lahir memiliki kemampuan belajar dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan pendidikan yang tepat,” ujarnya.
Baca juga:
Pesan Inklusi: Pentingnya Penerimaan Sosial bagi Psikologis Anak Disabilitas Intelektual
Ia bercerita, anak-anak berkebutuhan khusus juga sebenarnya memiliki banyak talenta di berbagai bidang. Dengan adanya dukungan keluarga dan pendidikan yang baik, mereka diyakini mampu berkembang serta memiliki keterampilan yang dapat menunjang kehidupan mandiri di masa depan.
Saat ini, SLB Negeri Uri Waropen sendiri mendidik sebanyak 29 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh peserta didik yang ada dibagi sesuai ruang belajar dan kebutuhan masing-masing untuk menunjang proses pembelajaran agar berjalan efektif.
Para tenaga pendidik di SLB Negeri Uri Waropen juga terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik kepada seluruh siswa. Selain pembelajaran umum, sekolah juga rutin memberikan pelatihan keterampilan untuk membantu meningkatkan kemampuan dan kemandirian anak.
“Anak berkebutuhan khusus bukanlah aib keluarga, melainkan generasi yang juga memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita seperti anak lainnya,” tambahnya.
Baca juga:
Sekolah Luar Biasa di Alor Perjuangkan Pendidikan bagi Anak Disabilitas
Pihak sekolah terus berharap agar masyarakat dapat mengubah pola pikir terhadap anak dengan disabilitas. Tendik SLB Negeri Uri Waropen mengajak seluruh orang tua khususnya di Waropen yang memiliki anak dengan cacat bawaan lahir, agar tidak malu dan mau menyekolahkan anak mereka di SLB Negeri Uri Waropen. Pendidikan dinilai menjadi satu awal langkah penting dalam membangun masa depan anak agar lebih mandiri dan percaya diri.
“Melalui perhatian keluarga, dukungan masyarakat, serta akses pendidikan yang memadai, diharapkan anak-anak penyandang disabilitas di Kabupaten Waropen dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerah di masa mendatang,” tutupnya. (Irene)
Sumber: rri.co.id
