KamiBijak.com, Kuliner - Fenomena gelombang cuaca panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa. Suhu yang melonjak drastis hingga mencapai level berbahaya membuat banyak orang mencari cara untuk dapat menjaga tubuh tetap segar dan terhidrasi.
Namun, di tengah kondisi terik seperti ini, tidak semua jenis minuman justru membantu tubuh. Sebaliknya, beberapa jenis minuman malah dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh atau justru membuat kondisi dehidrasi semakin buruk.
Dilansir dari Healthy Line, berikut 4 minuman yang sebaiknya dibatasi jumlah konsumsinya saat cuaca panas:
-
Kopi dan Minuman Berkafein Tinggi
Ilustrasi minuman kopi. (foto: Canva)
Di urutan pertama, ada kopi dan minuman berkafein tinggi. Jenis minuman seperti kopi, teh hitam, dan minuman energi lainnya mengandung kafein yang bersifat diuretik ringan.
Mengonsumsi minuman ini secara berlebihan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Alhasil, cairan tubuh akan lebih cepat berkurang. Meski faktanya minuman ini masih boleh dikonsumsi dalam jumlah wajar, minuman ini sebaiknya tidak menjadi sumber utama hidrasi saat cuaca panas.
Baca Juga:
Terlalu Sering Minum Kopi untuk Lawan Lelah Bisa Berdampak Buruk bagi Tubuh
-
Minuman Beralkohol
Ilustrasi minuman beralkohol. (foto: Canva)
Setelah minuman berkafein, ada alkohol. Alkohol diketahui dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh dan bisa menurunkan kemampuan tubuh dalam mengatur suhu.
Hal ini tentunya membuat risiko dehidrasi, pusing, hingga kelelahan panas (heat exhaustion) meningkat pesat saat suhu sedang tinggi. Jadi minuman ini wajib dihindari saat sedang cuaca panas ekstrem.
-
Minuman Manis Kemasan
Ilustrasi minuman soda kaleng. (foto: Canva)
Soda dan minuman tinggi gula saat cuaca panas memang terasa menyegarkan. Namun, kandungan gulanya justru dapat memperlambat proses penyerapan cairan. Akibatnya, tubuh akan cenderung lebih cepat merasa lelah dan haus kembali.
-
Minuman Sangat Dingin
Ilustrasi minuman kopi. (foto: Canva)
Saat cuaca panas, es atau minuman yang terlalu dingin memang terbukti memberikan efek segar sesaat. Namun, pada sebagian orang, suhu ekstrem ini justru bisa mengganggu pencernaan dan tidak membantu meredakan hidrasi secara optimal dalam jangka panjang.
Saat suhu meningkat, tubuh cenderung lebih membutuhkan cairan yang mudah diserap. Beberapa pilihan minuman yang lebih sehat antara lain air putih dalam jumlah cukup, air kelapa alami, air mineral dengan elektrolit, dan infused water dengan buah segar.
(Irene)
Sumber: women.okezone.com
