KamiBijak.com, Berita - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana akan memasifkan bus listrik sebagai transportasi publik yang dikelola oleh BLU Trans Semarang. Namun, Kota Semarang yang dikenal memiliki wilayah atas dan bawah masih perlu uji coba lebih lanjut mengenai kemampuan bus listrik di medan-medan tersebut.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, saat ini tahap uji coba masih dilakukan di wilayah bawah dengan jalur rata atau flat, atau masih dilakukan di koridor 1 trayek Mangkang – Penggaron.
“Kota Semarang ini kan wilayahnya ada yang lembah, bukit maka kita pilih jalur yang flat dulu untuk uji coba. Tapi memang kami niatkan untuk mengurangi emisi gas buang yakni memasifkan operasional bus listrik,” kata Agustina, Selasa 3 Maret 2026.
Namun di sisi lain, fasilitas bus listrik yang ramah disabilitas harus menggunakan low deck. Padahal jika bus dengan listrik low deck digunakan di Semarang bawah yang kerap banjir, maka juga akan berpotensi menjadi kendala.
“Ada berbagai macam usulan salah satunya karena Semarang mengalami banjir maka minta high deck supaya kalau lewat banjir tidak masuk airnya tapi tidak ramah disabilitas, harus low deck sekitar 30 cm untuk ramah disabilitas,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Pemkot Semarang akan terus melakukan proses revitalisasi saluran terutama di wilayah yang kerap dilalui bus listrik. Agustina menyebut wilayah tengah kota menjadi yang paling parah jika banjir terjadi, khususnya di kawasan Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Ahmad Dahlan.
“Jika ada genangan banjir maka kita akan lakukan proses revitalisasi saluran di manapun berada terutama wilayah yang beririsan dari Mangkang sampai Pedurungan. Yang paling parah di mana air surut susah itu Simpang Lima tahun ini kita selesaikan, lalu sepanjang Ahmad Yani, Ahmad Dahlan, Gajahmada kita bereskan,” tuturnya.
Ia meyakini jika perbaikan dilakukan dan semua saluran sudah direvitalisasi serta mampu diselesaikan maka banjir di Kota Semarang dapat dikendalikan. Dengan demikian, bus listrik pun akan bisa berjalan dengan lancar.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat ketika akan memperbaiki saluran itu pasti ada pihak yang terganggu karena kadang saluran di atasnya ada bangunan permanen tapi ini untuk menyelesaikan proses pengendalian banjir. Jika Simpang Lima bisa dikendalikan maka bis listrik akan lancar,” ungkapnya. (Irene)
Sumber: rri.co.id
