Berita

Masih Belum Optimal, Akses Informasi Bencana bagi Penyandang Disabilitas Kurang Merata

Aksesibilitas informasi kebencanaan bagi penyandang disabilitas di Aceh dinilai masih belum optimal dan belum menjangkau seluruh kelompok disabilitas.

KamiBijak.com, Berita - Saat ini, aksesibilitas informasi kebencanaan bagi penyandang disabilitas di Aceh dinilai masih belum optimal dan belum menjangkau seluruh kelompok disabilitas. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Prodi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry, Musdawati, MA, dalam Dialog Disabilitas RRI Banda Aceh.

Menurut Musdawati, berbagai jenis regulasi, qanun, serta program pemerintah dan lembaga masyarakat telah tersedia. Meskipun begitu, beberapa informasi terkait mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana nyatanya masih sulit diakses oleh penyandang disabilitas.

“Informasi kebencanaan sampai hari ini masih belum bisa menjangkau semua penyandang disabilitas. Padahal disabilitas itu tidak satu kategori, tetapi memiliki keterbatasan dan kebutuhan yang berbeda-beda,” ujar Musdawati, Minggu (28/12/2025).

 

Ketua Prodi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry, Musdawati, MA, hadir dalam zoom meeting Dialog Disabilitas RRI Banda Aceh, Minggu (25/12/2025). (Foto: RRI Banda Aceh/Zoom Meeting)

 

Musdawati lebih lanjut menjelaskan, ragam disabilitas seperti netra, tuli, intelektual, hingga pengguna kursi roda pada dasarnya memerlukan metode penyampaian informasi yang berbeda. Informasi berbasis audio, misalnya, dapat diakses oleh penyandang disabilitas netra, tetapi akses tersebut tidak efektif bagi penyandang disabilitas tuli.

Musdawati menekankan pentingnya memaksimalkan kreativitas dan memiliki pemahaman akan kebutuhan spesifik dalam merancang akses informasi kebencanaan sesuai kondisi masing-masing kelompok disabilitas. “Kita tidak bisa hanya menggunakan satu cara. Akses informasi harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap disabilitas agar benar-benar dapat dipahami dan dimanfaatkan,” katanya. (Irene)

Sumber: rri.co.id