Kuliner

Hindari 5 Makanan Penyebab Bau Mulut saat Puasa

Daging, makanan tinggi gula, dan lainnya termasuk makanan penyebab bau mulut saat puasa yang sebaiknya dibatasi saat sahur dan berbuka.

Kamibijak.com, Kuliner - Bau mulut saat puasa adalah kondisi yang umum terjadi. Selain karena produksi air liur berkurang saat tidak makan dan minum dalam waktu lama, pilihan menu sahur dan berbuka juga berpengaruh besar. Ada beberapa makanan penyebab bau mulut saat puasa yang sebaiknya dibatasi agar nafas tetap lebih segar sepanjang hari.

 

Berikut daftar makanan yang disebut dapat memicu bau mulut saat berpuasa:

 

  1. Daging

Ilustrasi Rendang. (Foto: Pinterest)

 

Daging, terutama dalam jumlah besar, bisa menjadi salah satu makanan penyebab bau mulut saat puasa. Kandungan protein yang tinggi dapat meninggalkan sisa partikel di gigi dan mulut. Jika tidak dibersihkan dengan baik, sisa tersebut akan diuraikan bakteri dan menghasilkan aroma tidak sedap.

Selain itu, proses pencernaan protein juga dapat memicu senyawa tertentu yang mempengaruhi aroma nafas. Karena itu, penting untuk tetap menjaga kebersihan mulut setelah mengkonsumsi daging saat sahur maupun berbuka.

 

  1. Makanan Tinggi Gula

Wedang Ronde. (Foto: Pinterest)

 

Makanan dan minuman tinggi gula juga termasuk makanan penyebab bau mulut saat puasa. Gula menjadi “makanan” bagi bakteri di dalam mulut. Ketika bakteri memecah gula, mereka menghasilkan zat yang dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Jika dikonsumsi saat sahur tanpa dibarengi kebersihan mulut yang baik, makanan manis bisa membuat bau mulut lebih terasa saat siang hari.

 

  1. Petai

(Foto: Pinterest)

 

Petai dikenal memiliki aroma yang kuat dan khas. Tak heran jika petai termasuk makanan penyebab bau mulut saat puasa. Bau khas petai tidak hanya tertinggal di mulut, tetapi juga bisa keluar melalui napas setelah dicerna tubuh.

Aroma tersebut berasal dari senyawa sulfur yang cukup tajam dan dapat bertahan cukup lama, terutama saat kondisi mulut kering ketika berpuasa.

 

  1. Jengkol

(Foto: Pinterest)

 

Selain petai, jengkol juga memiliki bau yang menyengat. Kandungan senyawa di dalam jengkol dapat mempengaruhi aroma napas setelah dikonsumsi. Karena itu, jengkol masuk dalam daftar makanan penyebab bau mulut saat puasa yang sebaiknya dihindari jika ingin menjaga kesegaran nafas.

Apalagi saat puasa, produksi air liur berkurang sehingga aroma tersebut bisa terasa lebih kuat dibanding hari biasa.

 

  1. Bawang-bawangan

(Foto: Pinterest)

 

Bawang merah, bawang putih, dan jenis bawang lainnya juga termasuk makanan penyebab bau mulut saat puasa. Kandungan senyawa sulfur pada bawang dapat terserap ke dalam aliran darah dan mempengaruhi aroma nafas melalui paru-paru.

Meskipun sering menjadi bumbu utama masakan sahur, konsumsi bawang dalam jumlah besar dapat membuat nafas kurang segar saat menjalani puasa.

Untuk meminimalkan bau mulut saat puasa, penting menjaga kebersihan gigi dan lidah setelah sahur dan sebelum tidur. Menyikat gigi secara menyeluruh, membersihkan lidah, serta memperbanyak konsumsi air putih saat berbuka dan sahur dapat membantu menjaga kesegaran nafas.

Dengan membatasi makanan penyebab bau mulut saat puasa seperti daging berlebihan, makanan tinggi gula, petai, jengkol, dan bawang-bawangan, kamu bisa menjalani puasa dengan lebih percaya diri dan nyaman. (Sindi/PKL)

 

Sumber: Kumparan Food