Kamibijak.com, Disabilitas - Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas. Program yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem olahraga yang inklusif sekaligus meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dalam kegiatan olahraga.
Pelatihan bertajuk "Berdaya" tersebut berlangsung selama dua hari di Majalengka dan diikuti sekitar 120 peserta yang berasal dari berbagai unsur penggerak olahraga di daerah. Para peserta dipersiapkan menjadi pelatih, pendamping, sekaligus agen perubahan yang mampu mengembangkan olahraga disabilitas hingga ke tingkat komunitas.
Kemenpora menggelar TOT penggerak olahraga disabilitas di Kabupaten Majalengka. (Foto: RRI/Jaja)
Plt. Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Ahmad Arsani, menjelaskan bahwa program ini lahir sebagai respons atas masih rendahnya tingkat partisipasi olahraga di kalangan penyandang disabilitas. Dari sekitar 22,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia, baru sekitar 11,6 persen yang aktif berolahraga.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh terbatasnya jumlah pelatih yang memiliki kompetensi di bidang olahraga disabilitas. Saat ini, jumlah pelatih yang memiliki latar belakang pembinaan olahraga disabilitas masih sangat sedikit sehingga diperlukan percepatan pengembangan sumber daya manusia di berbagai daerah.
Kemenpora menegaskan bahwa ToT ini bukan sekadar pelatihan untuk memperoleh sertifikat. Program tersebut dirancang sebagai upaya membangun fondasi pembinaan olahraga disabilitas yang berkelanjutan dengan mencetak penggerak yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung.
Baca Juga :
Pelaksanaan program disusun dalam empat tahapan, dimulai dari pembentukan master trainer, pelatihan bagi penggerak daerah, implementasi di masyarakat, hingga monitoring dan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan di lapangan. Skema ini diharapkan mampu menciptakan sistem pembinaan yang berkesinambungan di seluruh Indonesia.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi mengenai olahraga adaptif, cabang olahraga paralimpik, teknik kepelatihan, metode pendampingan atlet disabilitas, hingga strategi membangun komunitas olahraga yang inklusif. Materi disampaikan oleh akademisi, praktisi olahraga, serta pakar olahraga adaptif.
Pemerintah Kabupaten Majalengka menyambut baik kepercayaan yang diberikan Kemenpora. Program tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen daerah dalam menciptakan lingkungan olahraga yang terbuka bagi semua kalangan tanpa diskriminasi.
Baca Juga :
Selain meningkatkan jumlah penggerak olahraga disabilitas, pelatihan ini juga diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dari daerah yang nantinya dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui penyelenggaraan ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Kemenpora berharap setiap daerah memiliki tenaga pelatih dan pendamping yang kompeten sehingga akses masyarakat penyandang disabilitas terhadap olahraga semakin luas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan olahraga nasional yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara. (Restu)
Sumber : Times Indonesia
